Kompas.com - 04/12/2017, 21:39 WIB
Petugas BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) menunjuk area pergerakan badai Siklon Tropis Cempaka di Laboratorium BMKG Banten, di Serang, Selasa (28/11/2017). Pihak BMKG merilis peringatan level Siaga cuaca ekstrem hingga tanggal 1 Desember akibat pergerakan Siklon Tropis Cempaka yang semakin besar di Selatan Pulau Jawa yang berpotensi menimbulkan hujan lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi hingga enam meter di perairan Selatan Jawa, Bengkulu, Selat Bali, hingga Laut Sumba. ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMANPetugas BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) menunjuk area pergerakan badai Siklon Tropis Cempaka di Laboratorium BMKG Banten, di Serang, Selasa (28/11/2017). Pihak BMKG merilis peringatan level Siaga cuaca ekstrem hingga tanggal 1 Desember akibat pergerakan Siklon Tropis Cempaka yang semakin besar di Selatan Pulau Jawa yang berpotensi menimbulkan hujan lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi hingga enam meter di perairan Selatan Jawa, Bengkulu, Selat Bali, hingga Laut Sumba.
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Selama beberapa hari terakhir, cuaca ekstrem mengintai Indonesia. Penyebabnya tak lain adalah siklon tropis (badai) Cempaka dan Dahlia.

Kini keduanya telah luruh. Namun, bukan berarti cuaca ekstrem ikut pergi.

Dalam rilis yang diterima Kompas.com, Senin (4/12/2017), BMKG menyebutkan bahwa cuaca ekstrem masih mengintai.

Hal tersebut karena saat ini telah muncul bibit siklon tropis di barat laut Aceh. Bibit siklon yang sementara bernama 93W ini diperkirakan akan mengalami penguatan menjadi siklon tropis dalam 48 jam ke depan.

Arahnya diperkirakan menjauhi Indonesia dengan kekuatan 95 knot.

Baca juga: Supermoon di Tengah Siklon Dahlia Malam Ini, Bagaimana Antisipasinya?

"Meskipun bibit siklon tropis ini tidak berada di dalam area tanggungjawwab pusat peringatan dini siklon tropis Jakarta. Namun dampaknya masih signifikan terhadap wilayah Indonesia, seperti hujan, terutama di sebagian wilayah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat," kata Prof Dr Dwikorita Karnawati, Kepala BMKG.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kondisi ini pun berdampak pada peningkatan gelombang hingga 4 meter, angin kencang, hujan lebat dan potensi kilat ataupetir," sambungnya.

Dalam tiga hari ke depan, Indonesia masih harus waspada terhadap cuaca ekstrem. Dampak dari siklon tropis 93W ini nantinya akan terasa sebagai hujan lebat hingga sangat lebat di Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, NTB, NTT, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua.

Sementara itu, angin kencang berkekuatan lebih dari 20 knot juga akan terasa di Sumatera Utara dan Aceh.

Untuk itu, masyarakat dihimbau perlu mewaspadai kemungkinan hujan disertai angin yang dapat menyebabkan pohon tumbang dan kenaikan gelombang.

Halaman:


Sumber BMKG
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.