Kompas.com - 25/11/2017, 20:15 WIB
Karbon aktif TrexdigitalKarbon aktif
|
EditorGloria Setyvani Putri

KOMPAS.com - Beberapa tahun terakhir, karbon aktif naik daun. Bahan ini muncul dalam berbagai makanan kesehatan dan dipercaya dapat membuang racun (detoksifikasi).

Salah satu yang meyakini hal ini adalah Ursula Zajaczkowski, seorang pemilik restoran khusus vegetarian bernama Real Grounded Cafe di Sydney, Australia.

Berbeda dengan kafe vegetarian pada umumnya, Ursula menawarkan berbagai macam makanan yang dibumbui dengan karbon aktif.

Dia berpendapat bahwa karbon aktif sangat ampuh dalam menghilangkan racun dalam tubuh, termasuk membantu menghilangkan efek mabuk akibat alkohol.

Baca Juga: Benarkah Karbon aktif Bisa Memicu Kanker?

Namun, benarkah karbon aktif semujarab itu?

Karbon aktif digunakan di rumah sakit untuk menghentikan keracunan dan overdosis yang mematikan. Lalu, dalam bentuk tablet atau bubuk, karbon aktif juga bisa dikonsumsi untuk mengurangi perut kembung dan gejala insomnia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski demikian, karbon aktif bukan tanpa dampak negatif sama sekali. Ahli gizi Fiona Tuck dari Australia berkata bahwa kemampuan membersihkan racun dari unsur karbon aktif juga memiliki efek negatif bagi kesehatan.

Baca Juga: Cara Alami Membuang Racun Tubuh

Proses pembakaran sumber karbon seperti kulit kayu atau tempurung kelapa dengan suhu tinggi menghilangkan kandungan oksigen dari karbon aktif. Hasilnya adalah bahan penyerap dengan jutaan pori-pori kecil yang bersifat menangkap, mengikat, dan menghilangkan logam berat, bahan kimia, serta racun yang bersentuhan dengannya.

Artinya, efek karbon aktif hanya terbatas pada saluran gastrointestinal dan tidak mampu mengeluarkan racun dari bagian tubuh Anda yang lain.

Tuck juga berkata bahwa karbon aktif tidak hanya menghilangkan racun, tetapi juga banyak nutrisi, terutama mineral, yang bersentuhan dengannya.

Baca Juga: Tanda-tanda Banyak Racun dalam Mental Kita

Jadi, ketika ditambahkan pada jus atau makanan, karbon aktif justru mengurangi nutrisi dari asupan tersebut.

Oleh karena itu, meskipun karbon aktif bermanfaat bagi pasien yang keracunan, mengonsumsinya setiap hari tidak dianjurkan oleh para ahli gizi.

"Tidak ada bukti nyata yang mendukung anggapan bahwa mengonsumsi karbon aktif secara reguler bermanfaat atau membantu. Karbon aktif juga ada efek samping seperti terjangkit diare, muntah dan sembelit," ujar Tuck.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.