Kompas.com - 24/11/2017, 20:08 WIB
Paus dewasa tidur sementara ada kaki yang berenang di permukaan laut. Stephane GranzottoPaus dewasa tidur sementara ada kaki yang berenang di permukaan laut.
|
EditorGloria Setyvani Putri

Baru kemudian dia menemukan sekelompok paus yang mengosok-gosokkan badannya pada batu yang berserakan di sekitar Cumberland Sound. Ketika dilihat lebih dekat, sebagian besar yang terkelupas adalah kulit mati ikan paus.

Fortune menyadari bahwa paus bisa membuang lapisan atas kulit mati melalui proses yang dikenal sebagai molting (pergantian kulit). Uniknya, mereka menggunakan batu untuk proses tersebut.

Sampel air di daerah tersebut juga menunjukkan sangat sedikitnya zooplankton yang membentuk keseluruhan makanan paus kepala busur. Ini berarti, para paus secara khusus berada di Cumberland Sound memang untuk menggunakan batu yang membantu melakukan molting.

Baca juga: Mengenal Ambergris yang Dimuntahkan Paus Sperma di Bengkulu

Pada musim panas 2016, Fortune kembali ke Cumberland Sound. Kali ini dia bersenjatakan drone yang akan digunakan untuk memantau perilaku para paus tanpa mengganggunya.

Rekaman menunjukkan bahwa 81 paus di area ini punya tanda-tanda kulit mati. Untuk 40 persen paus, kulit mati menutup sedikitnya dua per tiga bagian tubuh.

Anderson sebelumnya juga pernah mendokumentasikan proses serupa pada paus beluga (Delphinapterus leucas) yang bersarang di laut Arktika. Namun tidak seperti paus kepala busur, paus beluga harus menempuh perjalanan panjang untuk bisa "spa" di Inlet Cunningham di sepanjang Pulau Somerset, barat laut Baffin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mereka melakukan apa yang kita sebut dengan 'caterpillar', bergerak mendekati pantai dan bergesekkan dengan batu. Air hangat yang mengalir ke sela-sela tubuh membantu melembutkan dan melembabkan kulit," kata Anderson.

Fortune berpendapat bahwa molting dapat membantu menghilangkan parasit seperti kutu, plankton, atau kerusakan kulit akibat matahari yang dapat membahayakan kesehatan paus. Perairan hangat di Cumberland Sound memungkinkan paus untuk melepas kulitnya.

Senada dengan hal tersebut, Anderson juga percaya bahwa proses ini dapat membantu memperbaiki efisiensi hidrodinamika, ukuran seberapa banyak usaha yang diperlukan untuk bergerak di air pada paus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Laura Anna Lumpuh karena Dislokasi Tulang Leher Setelah Kecelakaan, Kondisi Apa Itu?

Kasus Laura Anna Lumpuh karena Dislokasi Tulang Leher Setelah Kecelakaan, Kondisi Apa Itu?

Fenomena
4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

Oh Begitu
BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia hingga 9 Desember

BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia hingga 9 Desember

Fenomena
Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Kita
Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Oh Begitu
Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Oh Begitu
Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Oh Begitu
Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Oh Begitu
Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Fenomena
[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

Oh Begitu
5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

Oh Begitu
Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

Fenomena
4 Tahapan Siklus Menstruasi

4 Tahapan Siklus Menstruasi

Kita
Unik, Peneliti Temukan Fosil Dinosaurus Ekor Lapis Baja di Chili

Unik, Peneliti Temukan Fosil Dinosaurus Ekor Lapis Baja di Chili

Fenomena
Ukuran Gigi Taring Manusia Menyusut Seiring Waktu, Kok Bisa?

Ukuran Gigi Taring Manusia Menyusut Seiring Waktu, Kok Bisa?

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.