Kompas.com - 22/11/2017, 19:33 WIB
Sebuah bangunan komersial di kota Kananga, Provinsi Leyte, Filipina tengah ambruk akibat gempa berkekuatan 6,5 skala Richter, Kamis (6/7/2017). Sedikitnya dua orang tewas dan sejumlah orang masih terperangkap di dalam puing bangunan. Queene Joy Reforzado via RapplerSebuah bangunan komersial di kota Kananga, Provinsi Leyte, Filipina tengah ambruk akibat gempa berkekuatan 6,5 skala Richter, Kamis (6/7/2017). Sedikitnya dua orang tewas dan sejumlah orang masih terperangkap di dalam puing bangunan.
|
EditorGloria Setyvani Putri

KOMPAS.com -- Mungkin Anda sudah membaca artikel tentang ramalan yang menyebutkan bahwa akan terjadi gempa besar yang mengguncang kawasan khatulistiwa pada 2018 nanti. Setelah membaca berita tersebut, tentu sangat wajar bila Anda merasa khawatir.

Ramalan ini bermula dari temuan yang dipresentasikan bulan lalu pada pertemuan tahunan Masyarakat Geologi Amerika oleh Roger Bilham dari University of Colorado, Boulder, dan Rebecca Bendick dari University of Montana, Missoula.

Dalam studi yang dimuat dalam jurnal Geophysical Research Letters, mereka berkata bahwa akan terjadi banyak gempa yang diakibatkan oleh penurunan rotasi bumi pada tahun depan.

Setelah membuat banyak orang merasa takut dengan tulisannya itu, Bendick ternyata merasa "bersalah" dan memberikan penjelasannya.

Baca Juga: Ramalan 2018 sebagai Tahun Gempa, Benar atau Isapan Jempol Belaka?

Berdasarkan korelasi antara sejumlah peristiwa gempa bumi dan fluktuasi periodik rotasi bumi, Bilham dan Bendick berpendapat bahwa mereka bisa memperkirakan kapan gempa bumi akan terjadi.

"Sesuatu yang selalu diharapkan para ilmuwan adalah menemukan semacam alat indikator untuk gempa bumi, karena ini memberi kita peringatan dini sebelum terjadi," kata Bendick pada Washington Post dilansir Selasa (21/11/2017).

Bendick juga membenarkan bahwa kesimpulan tersebut belum final karena belum dilakukan uji laboratorium atau masih butuh studi lanjutan untuk membenarkannya. Namun, mereka terlanjur mendapat reaksi keras dari para ilmuwan lainnya yang dikira hanya mengejar sensasi.

Hal ini dimaklumi dan telah disadari oleh Bendick sebelumnya. Namun, dia berkata bahwa bila prediksi yang tepat bisa menyelamatkan nyawa banyak orang, taruhannya terlalu tinggi untuk tidak dicoba.

Apa yang ditemukan?

Bendick menegaskan bahwa laporannya memberi probabilitas, bukan ramalan, tentang gempa.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Bolehkan Lepas Masker di Luar Ruangan, Epidemiolog: Sebaiknya Jangan Terburu-buru

Jokowi Bolehkan Lepas Masker di Luar Ruangan, Epidemiolog: Sebaiknya Jangan Terburu-buru

Kita
[POPULER SAINS] Pantau Suhu Maksimum Cuaca Panas di Indonesia | Letusan Gunung Tonga Ledakan Terbesar | Makan Nanas Bikin Mulut Gatal

[POPULER SAINS] Pantau Suhu Maksimum Cuaca Panas di Indonesia | Letusan Gunung Tonga Ledakan Terbesar | Makan Nanas Bikin Mulut Gatal

Oh Begitu
Jangan Remehkan Hipertensi, 4 Organ Tubuh Ini Bisa Rusak akibat Komplikasi

Jangan Remehkan Hipertensi, 4 Organ Tubuh Ini Bisa Rusak akibat Komplikasi

Oh Begitu
Hari Hipertensi Sedunia 2022, Kenali Faktor Risiko Hipertensi yang Bisa Dialami Usia Muda

Hari Hipertensi Sedunia 2022, Kenali Faktor Risiko Hipertensi yang Bisa Dialami Usia Muda

Kita
Medina Zein Disebut Alami Bipolar Tahap Akhir, Ini Kata Psikiater

Medina Zein Disebut Alami Bipolar Tahap Akhir, Ini Kata Psikiater

Kita
Asteroid 2013 UX Lewat Dekat Bumi Hari Ini, Akankah Menabrak Bumi?

Asteroid 2013 UX Lewat Dekat Bumi Hari Ini, Akankah Menabrak Bumi?

Fenomena
NASA Bagikan Suara dari Lubang Hitam Supermasif di Galaksi Bima Sakti

NASA Bagikan Suara dari Lubang Hitam Supermasif di Galaksi Bima Sakti

Fenomena
Kenapa Matahari Tenggelam? Ini Penjelasannya Menurut Sains

Kenapa Matahari Tenggelam? Ini Penjelasannya Menurut Sains

Fenomena
WHO Selidiki Keterkaitan Virus Corona dengan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

WHO Selidiki Keterkaitan Virus Corona dengan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

Oh Begitu
Kapan Seseorang Dikatakan Hipertensi? Kenali Gejalanya

Kapan Seseorang Dikatakan Hipertensi? Kenali Gejalanya

Kita
Apakah Hepatitis Akut Misterius Berpotensi jadi Pandemi Berikutnya?

Apakah Hepatitis Akut Misterius Berpotensi jadi Pandemi Berikutnya?

Oh Begitu
Surabaya Cuaca Terpanas di Indonesia, Berikut Wilayah dengan Suhu Paling Panas

Surabaya Cuaca Terpanas di Indonesia, Berikut Wilayah dengan Suhu Paling Panas

Fenomena
BMKG Ungkap 5 Penyebab Suhu Udara Panas dan Gerah Akhir-akhir Ini

BMKG Ungkap 5 Penyebab Suhu Udara Panas dan Gerah Akhir-akhir Ini

Fenomena
Apa Itu Perilaku Manipulatif dan Ciri-cirinya

Apa Itu Perilaku Manipulatif dan Ciri-cirinya

Kita
Cuaca Panas Indonesia, Pantau Suhu Maksimum Harian Lewat Link Ini

Cuaca Panas Indonesia, Pantau Suhu Maksimum Harian Lewat Link Ini

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.