"Posesif", Bagaimana agar Kisah dalam Film Itu Tak Terjadi pada Anda?

Kompas.com - 15/11/2017, 20:15 WIB
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

Apa kata Psikolog?

Terkait kasus ini, psikolog Adityana Kasandra Putranto mengungkapkan, pada dasarnya sifat posesif yang dimiliki manusia mekanismenya bukan menular, tetapi adan proses experiential learning.

"Ketika anak belajar mengalami kondisi dikendalikan, maka dia akan mengembangkan ciri khas yang sama. Terutama karena proses identifikasi," ujar Kasandra saat dihubungi Kompas.com, Rabu (15/11/2017).

Alasan melakukan posesif pun bermacam-macam. Setiap orang yang memiliki sifat ini mempunyai alasan pribadi mengapa melakukan hal tersebut.

Seperti yang kita tahu, posesif merupakan sifat yang muncul untuk membatasi ruang gerak orang lain. Tidak hanya untuk pasangan, tapi bisa juga antara orangtua dan anak, juga dalam lingkungan pertemanan.

BACA: Benarkah Bunuh Diri Bisa Menular? Psikolog Ini Menjawabnya

Dengan tindakan ini, Kasandra berkata bahwa sangat mungkin sifat ini dapat memicu kekerasan dalam hubungan. "Biasanya iya (memicu kekerasan), karena ini membatasi hak dan kebebasan orang lain, dan dapat menjadi pemicu," ujarnya.

Bagaimana mengendalikan diri agar tidak posesif?

Bibit-bibit posesif sebenarnya dapat dipelajari oleh diri sendiri. Coba berkaca pada diri Anda sendiri, dan tengok ke belakang.

Ketika Anda memiliki niat untuk menguasai orang lain dan menggunakan kekuasaan itu untuk mengintimidasi atau membatasi hak orang lain, maka Anda termasuk orang yang posesif.

"Atau saat Anda membatasi orang lain untuk melakukan apa yang ingin dilakukan atau membatasi menjalin hubungan dengan siapa, membatasi orang lain untuk bergaul, dan seterusnya," sambungnya.

Untuk itu, salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mengelola diri sendiri agar tidak posesif adalah merubah kebiasaan diri sendiri, baik perilaku maupun pola pikir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.