Kompas.com - 11/11/2017, 21:36 WIB
ilustrasi Kontributor Sains, Monika Novenailustrasi
|
EditorResa Eka Ayu Sartika

KOMPAS.com - Studi terbaru yang dilakukan peneliti dari Universitas Tohoku di Jepang menggambarkan jika kepunahan dinosaurus sebenarnya adalah faktor ketidakberuntungan semata. Kok bisa?

Kepunahan massal terjadi karena asteroid menghantam wilayah di bumi yang mudah terbakar. Menurut kalkulasi yang dilakukan oleh Kunio Kaiho dan Naga Oshima, peneliti yang terlibat dalam studi tersebut, hanya ada 13% wilayah di Bumi yang berpotensi mudah terbakar. Termasuk didalamnya adalah Semenanjung Yucatan yang menjadi lokasi jatuhnya asteroid pada zaman Jura.

Studi yang sudah dipublikasikan dalam jurnal Scientific Report ini membeberkan, 13 persen permukaan bumi yang mudah terbakar itu menyimpan deposit hidrokarbon dalam jumlah yang banyak. Kandungan hidrokarbon ini mampu menghasilkan jelaga dalam jumlah besar sehingga cukup untuk menyebabkan kepunahan massal.

"Jika asteroid tersebut mencapai daerah hidrokarbon tingkat rendah sampai menengah di bumi, menempati sekitar 87 persen permukaan bumi, kepunahan massal tidak mungkin terjadi," kata Kaiho dikutip dari Livescience, Kamis (9/11/2017).

Baca Juga: Jejak Kaki Dinosaurus yang Menguasai Zaman Jura Ditemukan di Afrika

Pada kasus ini, saat asteroid menabrak Bumi 66 juta tahun yang lalu, tumbukan itu melepaskan energi sebanyak 100 trilyun ton TNT, atau miliaran kali lebih dari banyak dari gabungan bom atom yang menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki.

Inilah awal kematian dinosaurus, dimana saat itu 75 persen hewan darat dan laut punah.

Sekitar 230-2300 juta ton jelaga terbentuk dan ke atmosfer serta menghalangi 80 persen permukaan Bumi dari sinar matahari karena hantaman asteroid tersebut. Planet ini kemudian perlahan menjadi dingin dan membunuh tanaman, menghancurkan jaringan makanan di laut dan darat secara global.

Nah, dengan kata lain, jika asteroid jatuh di luar wilayah tersebut, mungkin kepunahan massal tidak akan terjadi. Bahkan mungkin, dinosaurus masih bisa kita lihat hingga sekarang.

"Itu kenapa kita bisa katakan jika dinosaurus tidak beruntung. Namun sisi positifnya dengan hilangnya dinosaurus memungkinkan mamalia untuk berkembang," jelas Kaiho seperti dikutip dari The Guardian, Kamis (9/11/2017).

Kini dinosaurus tak lagi bisa kita jumpai. Tinggal sisa tumbukan asteroid saja yang bisa kita saksikan. Sebuah kawah sedalam 10 kilometer dengan lebar lebih dari 180 kilometer, yang sekarang berlokasi di dekat kota Chicxulub di Semenanjung Yucatan, Meksiko.

Baca Juga: Dinosaurus Baru Ditemukan, Sebesar Pesawat, Mangsanya Setara Manusia



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Gejala Infeksi Sinusitis, Sakit Kepala hingga Hidung Tersumbat

6 Gejala Infeksi Sinusitis, Sakit Kepala hingga Hidung Tersumbat

Kita
Jangan Abaikan Jamur di Makanan, Berisiko Sebabkan Penyakit Termasuk Kanker

Jangan Abaikan Jamur di Makanan, Berisiko Sebabkan Penyakit Termasuk Kanker

Oh Begitu
Konten TikTok Pembukaan Persalinan Dinilai Pelecehan, IDI Diminta Beri Sanksi Tegas

Konten TikTok Pembukaan Persalinan Dinilai Pelecehan, IDI Diminta Beri Sanksi Tegas

Oh Begitu
Perangi Pemanasan Global, Ilmuwan Ciptakan Cat Paling Putih di Dunia

Perangi Pemanasan Global, Ilmuwan Ciptakan Cat Paling Putih di Dunia

Oh Begitu
BMKG: Siklon Tropis Surigae Tak Memengaruhi Cuaca Jabodetabek

BMKG: Siklon Tropis Surigae Tak Memengaruhi Cuaca Jabodetabek

Fenomena
5 Menu Sahur yang Menjaga Tubuh Tetap Berenergi Selama Puasa

5 Menu Sahur yang Menjaga Tubuh Tetap Berenergi Selama Puasa

Oh Begitu
Tanpa Disadari, Partikel Plastik Ada di Udara yang Kita Hirup

Tanpa Disadari, Partikel Plastik Ada di Udara yang Kita Hirup

Oh Begitu
Okultasi Mars di Malam Ramadhan, Catat Waktunya di Wilayah Indonesia

Okultasi Mars di Malam Ramadhan, Catat Waktunya di Wilayah Indonesia

Fenomena
Daftar Wilayah Indonesia yang Bisa Saksikan Okultasi Mars oleh Bulan Hari Ini

Daftar Wilayah Indonesia yang Bisa Saksikan Okultasi Mars oleh Bulan Hari Ini

Fenomena
Sembelit Selama Puasa, Kenali Tipe, Gejala Sembelit hingga Penyebabnya

Sembelit Selama Puasa, Kenali Tipe, Gejala Sembelit hingga Penyebabnya

Kita
Daftar Wilayah Waspada Banjir di Indonesia, dari Kalimantan hingga Papua

Daftar Wilayah Waspada Banjir di Indonesia, dari Kalimantan hingga Papua

Fenomena
11 Fenomena Hiasi Langit Indonesia Selama Bulan Ramadhan, Catat Jadwalnya

11 Fenomena Hiasi Langit Indonesia Selama Bulan Ramadhan, Catat Jadwalnya

Fenomena
Kekerasan Perawat di Palembang, Ini Sikap Persatuan Perawat Nasional Indonesia

Kekerasan Perawat di Palembang, Ini Sikap Persatuan Perawat Nasional Indonesia

Oh Begitu
Puasa Pasien Pasca-Covid, Ahli Ingatkan Pentingnya Konsumsi Air hingga Kekebalan

Puasa Pasien Pasca-Covid, Ahli Ingatkan Pentingnya Konsumsi Air hingga Kekebalan

Oh Begitu
Vaksin Johnson & Johnson akan Ditinjau CDC, Setelah Laporan Pembekuan Darah

Vaksin Johnson & Johnson akan Ditinjau CDC, Setelah Laporan Pembekuan Darah

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X