Kompas.com - 05/11/2017, 09:18 WIB
Sarang lebah. ShutterstockSarang lebah.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

Lubang yang satu memiliki lebar dua kali belih besar dari yang lain. Sebanyak 80 persen lebah memilih lubang yang lebih besar.

Namun, hal ini menjadi menarik ketika ukuran lubangnya dibuat sama. Sekitar 55 persen lebah tidak menunjukkan kecenderungan untuk satu lubang tertentu dan pergi ke ujung terowongan. Adapun 45 persen lainnya memiliki kecenderungan tertentu.

Baca juga: Bagian Tubuh Mana yang Paling Sakit bila Disengat Lebah?

Setengah dari lebah yang memiliki kecenderungan tertentu memilih ke kiri, sedangkan sisanya memilih ke kanan.

Ketika lebah yang memiliki kecenderungan diberi batas waktu melalui terowongan dengan dua lubang yang berukuran tidak sama, hal ini menjadi lebih menarik lagi.

Jika sisi yang disukai lebah berukuran lebih kecil, maka mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk memutuskan lubang mana yang harus dilalui.

Sebaliknya, jika lubang di sisi favorit mereka lebih besar maka waktu yang mereka butuhkan untuk menentukan pilihan lebih pendek.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para peneliti ini percaya bahwa temuannya bisa membantu mengoptimalkan strategi penerbangan sekawanan lebah.

"Mari kita pertimbangkan sebuah skenario (yang lebih sederhana) di mana sekelompok lebah dihadapkan pada pilihan terbang melalui salah satu dari dua bagian yang jelas melalui cabang dari semak-semak," tulis para peneliti dalam laporan tersebut dikutip dari Science Alert, Jumat (3/11/2017).

"Akan sangat merugikan jika semua lebah memiliki kecenderungan yang sama, katakanlah, ke arah kiri karena kecenderungan populasi semacam ini akan membuat semua individu mencoba terbang melalui bagian kiri sehingga menghalangi satu sama lain dan melambat seperti juga membahayakan terbangnya kawanan melalui semak belukar," sambungnya.

Baca juga: Ini Warna Bunga yang Disukai Burung dan Lebah

"Dalam kasus ini, bagian kanan tidak akan digunakan sama sekali dan karena itu akan terbuang. Di sisi lain, juga tidak akan bermanfaat untuk lebah yang tidak memiliki kecenderungan," tulis laporan tersebut.

"Karena jika kedua bagian tersebut tidak sama, sekawanan lebah yang tidak memiliki kecenderungan akan memilih melewati bagian yang lebih lebar dan membuatnya terlalu padat. Hal ini sekali lagi akan memperlambat terbangnya," lanjut laporan tersebut.

Penelitian sebelumnya dari laboratorium Srinivasan menemukan bahwa alasan burung tidak mogok di tengah terbang adalah karena mereka selalu belok ke kanan untuk menghindari satu sama lain. Penelitian tersebut bisa digunakan untuk mengembangkan sistem anti-kecelakaan otomatis untuk pesawat terbang.

Adapun penelitian dengan lebah ini, menurut Srinivasan, dapat membantu mengembangkan sistem untuk mengarahkan drone.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.