Kompas.com - 29/10/2017, 21:50 WIB
Rendering desain restoran bawah laut rancangan Snøhetta. www.archdaily.comRendering desain restoran bawah laut rancangan Snøhetta.
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Penelitian terbaru mengungkap bahwa model yang digunakan untuk memperkirakan suhu laut pada masa lalu didasarkan pada asumsi yang salah.

Ini menandakan bahwa laut purba sebenarnya jauh lebih sejuk dibanding perhitungan sebelumnya dan isu pemanasan global bergerak sangat cepat dari yang diperkirakan.

Tim ilmuwan yang terhimpun dari beberapa lembaga peneliti terkemuka di Eropa, telah melihat dengan kritis perhitungan proses kimia untuk menentukan suhu samudra jutaan tahun yang lalu. Riset telah diterbitkan online di Nature Communications, (26/10/2017).

Selama ini, metode untuk menghitung suhu didasarkan pada asumsi bahwa sejarah suhu laut tersimpan dalam kalsit hewan foraminifera.

Baca Juga: Tujuh Keajaiban Laut yang Seringkali Tak Kita Sadari

Rasio dari oksigen-18 dan oksigen-16 dalam kalsit dari eksoskeleton (penutup eksternal yang kaku untuk tubuh hewan invertebrata, terutama arthropoda, red) organisme berbeda berbeda sesuai kondisi lingkungan dan suhu air.

Jadi, jika peneliti mengetahui dinamika isotop oksigen dalam fosil, mereka akan memiliki catatan suhu saat organisme tadi hidup lebih dari 100 juta tahun yang lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari asumsi itu, diketahui suhu laut dalam wilayah tropis sekitar 15 derajat celcius lebih hangat dibanding saat ini.

Namun, Sylvain Bernard, ahli mineral dari Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Prancis mengatakan, "Fosil yang tampaknya sempurna ternyata tidak."

Rasio oksigen-18 terhadap oksigen-16 dalam kehidupan laut yang terkubur tidak setepat perkiraan.

Baca Juga: Apa yang Bisa Kita Pelajari dari Laut Purba di Planet Mars?

Untuk menguji perubahan kimia kalsit pada foraminifera seiring waktu, para peneliti menempatkan sampel organisme dalam air laut buatan yang hanya berisi isotop oksigen-18.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Oh Begitu
Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Oh Begitu
Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Fenomena
Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Oh Begitu
Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Fenomena
5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

Kita
Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Fenomena
5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

Kita
Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Fenomena
Fakta-fakta Tikus Mondok Hidung Bintang, Pemangsa Tercepat di Dunia

Fakta-fakta Tikus Mondok Hidung Bintang, Pemangsa Tercepat di Dunia

Oh Begitu
12 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron, dari Italia hingga Australia

12 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron, dari Italia hingga Australia

Oh Begitu
Gunung Kilauea, Gunung Berapi Paling Aktif yang Meletus Setiap Tahun

Gunung Kilauea, Gunung Berapi Paling Aktif yang Meletus Setiap Tahun

Oh Begitu
Bukan Isap Serbuk Sari, Spesies Lebah Ini Berevolusi Makan Daging

Bukan Isap Serbuk Sari, Spesies Lebah Ini Berevolusi Makan Daging

Oh Begitu
Ameer Azzikra Meninggal Dunia karena Pneumonia, Begini Cara Mencegah Penyakit Ini

Ameer Azzikra Meninggal Dunia karena Pneumonia, Begini Cara Mencegah Penyakit Ini

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.