Kompas.com - 27/10/2017, 21:07 WIB
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com - Kepunahan selalu menjadi bagian dari kehidupan di bumi. Namun, kepunahan massal sangat jarang terjadi, yang terakhir sekitar 65 juta tahun silam ketika dinosaurus dihapus dari muka bumi.

Meski demikian, masalah kepunahan tunggal spesies hayati di bumi ini tetap perlu diwaspadai.

Jika terus berlanjut, para ilmuwan memperkirakan akan ada 269-350 burung dan mamalia yang punah pada 2100. Bahkan, jika upaya untuk melestarikan spesies yang terancam punah tidak berhasil, mungkin saja bumi akan kehilangan 1.000 spesies.

Jika menurut Anda, hal tersebut bukan masalah besar, maka pikirkan dari segi ekonomisnya.

Baca juga: Tahun 2100, Bumi Akan Menunjukkan Tanda-tanda Kiamat 

Dikutip dari BBC 22 Oktober 2017, Profesor Georgina Mace dari Centre for Biodiversity and Environment Research di University College London menulis bahwa keanekaragaman hayati dalam hal modal alam dan layanan ekosistem adalah keuntungan finansial yang diberikan oleh alam tanpa dipungut biaya.

Mulai dari penyaringan karbondioksida dan air melalui pohon hingga serangga yang menyerbuki tanaman secara gratis; seluruh barang dan jasa ini bernilai 125-145 triliun dollar Amerika atau sekitar Rp 1,7-2 kuintiliun per tahun.

Sayangnya, manusia tidak menyadari nilai tersebut dan menyebabkan kepunahan massal.

Mace menulis, jika kepunahan yang terjadi pada beberapa waktu belakangan ini memiliki faktor yang sama, maka manusialah yang membawa kerusakan parah pada habitat alami hewan dan tumbuhan.

"Mulai dari hutan yang dikonversi menjadi lahan untuk berternak dan bertani, reklamasi, dan polusi dengan dalih perkembangan kota; perubahan iklim berbasis manusia ini sudah mengganggu ekosistem dan menjadi pendorong kepunahan hayati," ujarnya.

Baca juga: Tahun 2100, Suhu Asia Selatan Diprediksi Terlalu Panas untuk Manusia

Kerugian atau penurunan spesies tunggal mungkin terlihat sangat sepele, tetapi kehilangan satu spesies saja di bumi bisa mengganggu keseluruhan ekosistem, jaring makanan, dan mengubah apa yang disediakan ekosistem.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Sumber BBC


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.