Riset Awal Ungkap, Darah Wanita yang Pernah Hamil Bahaya untuk Pria

Kompas.com - 21/10/2017, 18:00 WIB
Di bulan Ramadhan ini, pendonor darah di Kota Bekasi menurun menurut data Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Bekasi, Rabu (31/5/2017). KOMPAS.COM/Anggita MuslimahDi bulan Ramadhan ini, pendonor darah di Kota Bekasi menurun menurut data Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Bekasi, Rabu (31/5/2017).
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Pernahkan Anda berpikir bahwa mendapatkan transfusi darah dari lawan jenis sangat berisiko?

Sebuah penelitian di Belanda yang dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association (JAMA), Selasa (17/10/2017), menemukan bahwa pria memiliki risiko yang lebih tinggi setelah menerima transfusi darah dari wanita yang pernah hamil.

Sebaliknya, pria yang menerima transfusi dari pria lain atau wanita yang belum pernah hamil tidak mengalami peningkatan risiko kematian selama masa penelitian.

Penelitian yang didanai oleh Kementerian Kesehatan, Kesejahteraan, dan Olahraga Belanda tersebut melibatkan 31.118 pasien.

Baca: Cegah Thalassemia, Mari Periksa Darah Sebelum Menikah

Semua pasien tersebut disebutkan telah menerima 59.320 transfusi sel darah merah antara tahun 2005-2015.

Angka kematian pasien selama masa penelitian tersebut adalah 3.939 orang atau sebanyak 13 persen.

Dari jumlah tersebut, secara statistik angka kematian terbesar terjadi pada pria yang menerima transfusi dari wanita yang pernah hamil.

Angka kematian untuk pria yang menerima darah merah dari wanita yang pernah hamil sebanyak 101 kematian dari 1.000 orang per tahun.

Sementara angka kematian pria yang mendapatkan darah dari pria lain hanya sebanyak 80 orang saja.

Begitu pula pria yang menerima donor dari wanita yang belum pernah hamil hanya mencapai 78 kematian.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X