Kompas.com - 01/10/2017, 20:31 WIB
Para relawan Komunitas Darah Untuk Aceh (DUA) melakukan aksi kampanye dijalan dan mengingatkan warga agar waspada terhadap penyebaran penyakit thalassemia yang diturunkan dari hasil perkawinan.***** K12-11 K12-11Para relawan Komunitas Darah Untuk Aceh (DUA) melakukan aksi kampanye dijalan dan mengingatkan warga agar waspada terhadap penyebaran penyakit thalassemia yang diturunkan dari hasil perkawinan.***** K12-11
|
EditorYunanto Wiji Utomo

BANDUNG, KOMPAS.com - Penyakit Thalasemia memang sudah tak asing lagi. Namun, tak sedikit pula yang masih belum paham akan bahaya penyakit tersebut.

Harian Kompas bekerja sama dengan Siloam Hospital menggelar diskusi bertajuk "Mengenali dan Menangani Kelainan Darah" di Hotel Santika Bandung, Sabtu (30/9/2017).

Dokter spesialis penyakit dalam Siloam Hospital Semanggi, Jeffrey Tenggara menuturkan, Thalasemia merupakan penyakit genetik atau warisan.

Karena itu, pemeriksaan darah pra-pernikahan menjadi salah satu antisipasi untuk menekan lahirnya pengidap baru.

Thalassemia diturunkan oleh orang tua yang carrier kepada anaknya.

Jika ayah dan ibu memiliki gen pembawa sifat Thalassemia (thalassemia trait), maka kemungkinan anaknya untuk menjadi pembawa sifat Thalassemia adalah sebesar 50 persen, kemungkinan menjadi penderita Thalassemia mayor 25 persen dan kemungkinan menjadi anak normal yang bebas Thalassemia hanya 25 persen.

"Yang lebih bermasalah ketika keduanya menderita Thalasemia carrier berarti ada potensi anaknya menderita Thalasemia mayor, itu akan membutuhkan transfusi rutin," tutur Jeffrey.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jeffrey mengatakan, dalam situasi seperti itu, komitmen pasangan sangat diandalkan dalam pengambilan keputusan. Dokter pun, kata Jeffrey, tak bisa melakukan intervensi sebab sudah masuk ranah privasi.

"Kalau diperiksa positif, risikonya apakah akan melanjutkan pernikahan? Kalau dilanjutkan apakah akan memiliki keturunan? Karena ada risiko (anaknya jadi pengidap Thalasemia). Keputusan ada di orangtua. Dokter hanya sampai mengedukasi," tutur Jeffrey.

Dia menjelaskan, hingga saat ini dunia medis belum menemukan obat untuk Thalasemia. Satu-satunya cara untuk memperpanjang hidup pasien dengan melakukan transfusi darah secara rutin.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.