Kompas.com - 19/10/2017, 19:27 WIB
Pola makan dan gaya hidup berubah menjadi penyebab 50 juta anak-anak di China alami obesitas pada 2030. REX/TelegraphPola makan dan gaya hidup berubah menjadi penyebab 50 juta anak-anak di China alami obesitas pada 2030.
|
EditorYunanto Wiji Utomo

Sementara kelompok lainnya terus diberi makan dengan jumlah kalori yang diukur.

Empat bulan kemudian, tikus dalam kelompok yang melakukan puasa berkala beratnya berkurang. Berbeda dengan tikus dalam kelompok yang terus mengkonsumsi makanan dengan jumlah yang sama setiap harinya.

Bobot tubuh tikus yang berkurang di kelompok puasa berkala bukanlah satu-satunya efek dari puasa yang dilakukan.

Di sini, mereka juga terbantu dalam menurunkan lemak (adiposa) putih dan meningkatkan lemak (adiposa) coklat. Ini terlihat dalam pembakaran energi yang menghasilkan suhu panas pada tikus tinggi lemak yang berdiet.

Sistem glukosa dan insulin mereka tetap stabil. Dalam percobaan lebih lanjut, manfaat yang sama sudah dirasakan hanya dalam waktu enam minggu melakukan puasa jeda.

Melalui analisis biologi, para peneliti menemukan bahwa puasa berjeda menimbulkan reaksi kekebalan pada sel lemak. Ada perubahan pada jalur gen tertentu yang terlibat dalam sistem kekebalan tubuh dan reaksi tubuh terhadap peradangan.

Jenis sel darah putih yang diketahui berperan dalam memerangi peradangan dipicu. Lebih dikenal dengan mikrofag anti-inflamasi (pereda nyeri), sel-sel itu merangsang sel lemak untuk membakar lemak atau lipid yang disimpan dengan menghasilkan panas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal ini terjadi pada puasa jeda, karena terjadi peningkatan faktor pertumbuhan vaskular (Vascular Growth Factor, VEGF) yang membantu pembentukan pembuluh darah dan mengaktifkan makrofag anti-inflamasi.

"Puasa jeda tanpa pengurangan asupan kalori dapat menjadi terapi dan mencegah obesitas dan gangguan metabolisme," kata Kyoung-Han Kim seperti dikutip dari Science Daily, Rabu (18/10/2017).

"Perubahan stimulasi puasa dalam pertumbuhan sel vaskular dan perubahan kekebalan selanjutnya terjadi setelah satu siklus puasa 24 jam, dan terjungkir balik saat tikus mulai makan lagi," imbuh Yun Hye Kim.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.