Antartika Berduka, Ribuan Anak Penguin Mati Kelaparan

Kompas.com - 16/10/2017, 17:08 WIB
Satu dari ribuan bangkai anak penguin Adelie yang ditemukan di Pulau Petrel, Antartika Y Ropert-Coudert/CNRS/IPEVSatu dari ribuan bangkai anak penguin Adelie yang ditemukan di Pulau Petrel, Antartika
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -– Kisah pilu datang dari belahan bumi bagian selatan. Sebuah koloni berisi 18.000 pasangan penguin Adélie di Antartika telah kehilangan hampir semua, kecuali dua, anak penguin mereka karena kelaparan massal tahun ini.

Selain ribuan bangkai anak penguin, para ilmuwan asal Prancis juga menemukan sejumlah telur yang gagal ditetaskan di area Tanah Adélie, Pulau Petrel.

Bencana ini merupakan yang kedua kalinya dalam empat tahun terakhir. Pada 2013, para peneliti mendapati kejadian serupa di mana tidak ada satu pun anak penguin yang selamat.

Padahal, catatan sejarah menunjukan bahwa peristiwa ini belum pernah terjadi dalam rentang lima puluh tahun sebelumnya.

(Baca juga: Gara-gara Perubahan Iklim, Beruang Pun Terpaksa Jadi Vegetarian)

Sekelompok peneliti yang dipimpin oleh Yan Ropert-Coudert dari Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Prancis, pernah mengungkapkan alasan terjadinya peristiwa tragis tersebut.

Menurut dia, hal itu terjadi karena pertambahan jumlah es laut musim panas dan hujan yang lebih sering dari sebelumnya.

Untuk mendapatkan makanan bagi anaknya, para penguin harus menempuh jarak 100 kilometer. Lalu, cuaca yang sering hujan membuat anak penguin yang belum tahan dingin mati lebih cepat.

Y Ropert-Coudert/CNRS/IPEV Ribuan anak penguin ditemukan mati di Pulau Petrel, Antartika

Antartika memang memiliki jumlah es laut yang rendah saat musim panas. Namun, hal itu tak berlaku di sekitar koloni penguin.

Ropert-Coudert mengatakan, wilayah di sekitar koloni terpengaruhi oleh pecahnya gletser Mertz pada 2010. Luasnya hampir menyamai Luxembourg, dengan panjang 80 Km dan lebar 40 Km. Kejadian ini memiliki dampak besar terhadap arus laut dan formasi es yang berjarak 250 Km dari koloni penguin.

"Untuk saat ini, es laut meningkat dan ini adalah masalah bagi spesies ini karena mendorong tempat makan - tepi es laut - menjadi jauh dari tempat bersarang mereka," kata Ropert-Coudert seperti diwartakan Guardian, Jumat (13/10/2017).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X