Kompas.com - 28/08/2017, 09:05 WIB
Beruang cokelat Alaska menangkap salmon. Alan Vernon/Wikimedia CommonsBeruang cokelat Alaska menangkap salmon.
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Sebuah studi yang baru saja dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences baru saja mengungkapkan bahwa beruang-beruang cokelat Amerika kini lebih memilih makan buah sambucus ketimbang makan salmon karena perubahan iklim.

Seharusnya, beruang-beruang tersebut makan salmon di awal musim panas dan berganti ke buah sambucus pada bulan Agustus dan September.

Akan tetapi, temperatur yang lebih hangat membuat sambucus berbuah lebih cepat dari biasanya sehingga bertepatan dengan datangnya salmon ke sungai-sungai Pulau Kodiak di Alaska.

(Baca juga: Perubahan Iklim Bikin Tubuh Ratusan Ikan Laut Menyusut)

Kepada Telegraph 25 Agustus 2017, pakar biologi Oregon State University, William Deacy, yang menulis studi tersebut mengatakan, apa yang Anda lihat di sini adalah beruang-beruang sedang mengejar jadwal.

“Ini seperti Anda disuguhi sarapan dan makan siang di saat yang sama, dan diberitahu bahwa tidak akan ada makanan lagi hingga malam hari. Anda pun harus memilih di antara keduanya karena kemampuan perut Anda yang terbatas,” katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Akibatnya, beruang-beruang pun lebih memilih untuk makan sambucus yang mengandung lebih sedikit protein dan membutuhkan lebih sedikit energi untuk dicerna agar berat badan cepat bertambah.

Menanggapi fenomena ini, para peneliti memperingatkan bahwa perubahan pola makan beruang bisa berdampak buruk pada ekosistem Pulau Kodiak.

(Baca juga: Perubahan Iklim Bikin Antartika Hijau Lagi seperti Zaman Purba)

Hal ini terbukti ketika beruang-beruang lebih memilih makan sambucus dan meninggalkan sungai pada musim panas tahun 2014. Hutan di sekitar sungai turut menderita karena tidak mendapatkan sisa-sisa ikan yang berpotensi menyuburkan tanah.

Beruang-beruang yang pindah dari makan salmon ke sambucus menganggu mata rantai ekologis yang biasanya menyuburkan ekosistem dan membuat angka mortalitas salmon tinggi,” tulis para peneliti dalam laporan tersebut.

Secara rata-rata, buah sambucus merah matang 2,5 hari lebih cepat setiap dekade. Jika pola ini terus berlanjut, maka siklus sambucus dan salmon akan benar-benar bertepatan pada tahun 2070.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Sumber Telegraph
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.