Perubahan Iklim Bikin Tubuh Ratusan Ikan Laut Menyusut

Kompas.com - 25/08/2017, 07:05 WIB
Sekumpulan ikan blue striped grunt (Haemulon sciurus).Brian J. Skerry/National Geographic Creative Sekumpulan ikan blue striped grunt (Haemulon sciurus).
EditorShierine Wangsa Wibawa

Sumber

KOMPAS.com -- Suhu yang menghangat dan oksigen yang berkurang di lautan akan membuat tubuh ratusan spesies ikan menyusut, demikian kesimpulan studi terbaru yang dilakuan oleh tim ilmuwan University of British Columbia. Spesies-spesies ikan yang diperkirakan akan mengecil meliputi tuna, kerapu, haddock, salmon, hiu perontok, hingga kod.

Karena laut yang lebih hangat mempercepat metabolisme tubuh, ikan, cumi-cumi dan semua makhluk yang bernafas di dalam air akan membutuhkan lebih banyak oksigen di lautan. Padahal, pada saat yang sama, pemanasan laut telah menyebabkan penurunan pasokan oksigen di banyak bagian laut.

Para ilmuwan dalam studi ini berpendapat bahwa karena area permukaan insang—tempat oksigen dikumpulkan—tidak tumbuh pada tingkat yang sama dengan bagian tubuh lainnya, hewan ini pada akhirnya akan mencapai titik di mana mereka tidak dapat memperoleh cukup oksigen untuk menopang pertumbuhan normal.

(Baca juga: Perubahan Iklim Bikin Antartika Hijau Lagi seperti Zaman Purba)

"Kami menemukan bahwa ukuran tubuh ikan menurun 20 hingga 30 persen untuk setiap satu derajat Celcius kenaikan suhu air," ujar penulis studi William Cheung, direktur sains Nereus Program di universitas tersebut.

Perubahan ini, menurut para peneliti, akan berdampak besar pada banyak jaringan makanan laut, meningkatkan hubungan predator-mangsa dengan cara yang sulit diprediksi.

"Eksperimen laboratorium telah menunjukkan bahwa selalu ada spesies besar yang akan menjadi stres terlebih dahulu," kata penulis utama Daniel Pauly, seorang profesor di Institute for the Ocean and Fisheries University of British Columbia dan penyidik utama di Sea Around Us.

Para peneliti juga mengatakan bahwa beberapa spesies akan lebih terdampak akibat faktor kenaikan suhu air laut dan kurangnya oksigen. Tuna, misalnya. Ikan perenang cepat ini membutuhkan lebih banyak energi dan oksigen, dan rentan menyusut saat suhu meningkat.

Teori Kontroversial

Meski banyak ilmuwan memuji penemuan tersebut, namun tidak semuanya setuju bahwa hasil penelitian Pauly dan Cheung yang dipublikasikan di jurnal Global Change Biology ini mendukung temuan dramatis mereka.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X