Ajaibnya Anatomi Semut Kuno, Bisa Menghisap Darah Seperti Vampir

Kompas.com - 13/09/2017, 08:08 WIB
Semut Linguamyrmex vladi yang terperangkap dalam ambar Barden et al., Syst Entomol (2017)Semut Linguamyrmex vladi yang terperangkap dalam ambar
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com –- Jenis semut kuno yang ditemukan para peneliti punya anatomi berbeda dari semua semut yang hidup di zaman modern. Dengan begitu, kita bisa mengucapkan rasa syukur bahwa semut itu telah punah di zaman kapur.

Bernama ilmiah Linguamyrmex vladi, semut ini masuk dalam kelompok ‘semut neraka’ atau haidomyrmecines. Mereka punya rahang dengan sabit besar seperti pedang yang mengarah ke atas. Ciri khas tubuh ini tak akan Anda temukan pada semut api atau semut peluru.

Rahang runcingnya juga dilengkapi dengan rambut pemicu yang serupa dengan semut berahang. Fungsinya pun sama, membantu rahang semut bergerak cepat mengunci mangsanya.

(Baca juga: Dilanda Badai Harvey, Semut Api Ciptakan Rakit dari Tubuh Sendiri)

L vladi juga punya anatomi tambahan layaknya tanduk atau ‘alat pemukul’ di atas rahangnya. Dengan fitur ini, ia bisa menahan mangsa saat menyorongkan mandibula ke dalam tubuh mangsannya.

Anatomi menarik dari L vladi tak berhenti sampai di situ. Phillip Barden, ketua peneliti dari New Jersey of Technology menemukan saluran mirip tabung di antara rahang bawah. Alat itu digunakan L vladi untuk menyedot darah mangsanya. Cara makan layaknya vampir ini mungkin terjadi, mengingat rahang mereka tidak dirancang untuk mengunyah daging.

"Mandibula dan alat pemukul Linguamyrmex mungkin berfungsi untuk menusuk mangsa berbadan lunak dan memberi makan pada hemolymph," tulis tim tersebut dalam makalahnya.

Dilansir dari Science Alert 11 September 2017, cara makan itu didukung oleh spesimen L vladi yang ditemukan di dalam batu ambar. L vladi tengah berdiri di samping seekor larva kumbang. Meski rahangnya belum sepenuhnya tertanam di tubuh kumbang, posisinya menunjukkan hal itu cukup mungkin terjadi.

Barden et al., Syst Entomol (2017) / ScienceAlert Linguamyrmex vladi ditemukan terperangkap dalam ambar bersama larva

Pertunjukan kehebatan anatomi L vladi tidak selesai di sini. Hasil pemindaian sinar X menunjukan ciri khas tubuh lainnya yang juga tak bisa diremehkan.

(Baca juga: Hebatnya Semut Api, Bisa Bangun "Menara Eiffel" pakai Tubuh Sendiri)

Di bagian bawah tanduk, kepala L vladi diperkuat dengan partikel logam. Si semut tentu tak bermaksud untuk bersolek. Namun, dengan begitu ia punya kemampuan mengumpulkan jejak logam dari makanan ke bagian tubuhnya yang perlu diperkuat.

"Serangga diketahui menyerap logam - khususnya kalsium, mangan, seng, dan besi - pada ovipositor dan mandibula untuk meningkatkan kekuatan dan mengurangi keletihan," tulis para peneliti.

Para periset menduga, dengan bantuan logam, L vladi mampu bertahan dari hentakan mangsa yang terkena hantaman rahangnya. Bahkan, logam membuat dirinya mudah untuk mejejalkan saluran mirip tabung untuk menghisap darah.

"Sampai kami menemukan spesimen dengan mangsa yang terperangkap, yang mungkin hanya terhambat oleh masalah waktu, kami hanya bisa berspekulasi," kata Barden kepada Josh Gabbatiss dari New Scientist.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat dibanding Rapid Test

Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat dibanding Rapid Test

Oh Begitu
Ahli Kini Tahu Alasan Perubahan Warna Kulit pada Pasien Covid-19

Ahli Kini Tahu Alasan Perubahan Warna Kulit pada Pasien Covid-19

Oh Begitu
Kemoterapi Pasien Kanker yang Kena Covid-19 Tidak Berisiko Kematian

Kemoterapi Pasien Kanker yang Kena Covid-19 Tidak Berisiko Kematian

Oh Begitu
Lolos dari Maut, Kumbang Ini Bertahan Hidup meski Telah Dimakan Katak

Lolos dari Maut, Kumbang Ini Bertahan Hidup meski Telah Dimakan Katak

Oh Begitu
Rahasia Alam Semesta: Seberapa Besar Alam Semesta ini?

Rahasia Alam Semesta: Seberapa Besar Alam Semesta ini?

Oh Begitu
Sering Tidak Terdiagnosis, Kenali Penyakit Autoimun Sjogren's Syndrome

Sering Tidak Terdiagnosis, Kenali Penyakit Autoimun Sjogren's Syndrome

Oh Begitu
Seri Baru Jadi Ortu: Bayi Pilek, Bagaimana Cara Sedot Ingusnya?

Seri Baru Jadi Ortu: Bayi Pilek, Bagaimana Cara Sedot Ingusnya?

Oh Begitu
Diabetes Penyakit Turunan, Mungkinkah Bisa Dicegah?

Diabetes Penyakit Turunan, Mungkinkah Bisa Dicegah?

Oh Begitu
Penyakit Baru di China Menghantui di Tengah Pandemi Covid-19, Apa Itu Virus Tick Borne?

Penyakit Baru di China Menghantui di Tengah Pandemi Covid-19, Apa Itu Virus Tick Borne?

Fenomena
Studi Temukan, OTG Corona Sama Menularnya dengan yang Bergejala

Studi Temukan, OTG Corona Sama Menularnya dengan yang Bergejala

Oh Begitu
Obesitas di Amerika Serikat bisa Turunkan Efektivitas Vaksin Covid-19

Obesitas di Amerika Serikat bisa Turunkan Efektivitas Vaksin Covid-19

Fenomena
Unika Atma Jaya Jakarta Resmikan Laboratorium Covid-19 Aman Lingkungan

Unika Atma Jaya Jakarta Resmikan Laboratorium Covid-19 Aman Lingkungan

Oh Begitu
AI Bisa Jadi Alat Transformasi Sampah Menjadi Produks Bernilai Seni, Kok Bisa?

AI Bisa Jadi Alat Transformasi Sampah Menjadi Produks Bernilai Seni, Kok Bisa?

Oh Begitu
Waspada, Penderita Diabetes Pengidap Covid-19 Lebih Banyak Meninggal

Waspada, Penderita Diabetes Pengidap Covid-19 Lebih Banyak Meninggal

Oh Begitu
Penciptaan AI Juga Butuh Etika, Apa Maksudnya? Ini Penjelasan Ahli

Penciptaan AI Juga Butuh Etika, Apa Maksudnya? Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X