Kompas.com - 17/07/2017, 17:08 WIB
Menara semut Georgia TechMenara semut
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Untuk mendapatkan wawasan mengenai cara memprogram kawanan robot mungil, para ilmuwan sedang mempelajari salah satu spesies semut api yang paling kohesif di alam.

Ketika serangga bekerja sama, kekuatan mereka perlu diperhitungkan. Makhluk-makhluk kecil itu mampu menggunakan tubuh mereka untuk menciptakan struktur menjulang dengan tinggi lebih dari 30 tumpukan semut.

Selain itu, mereka juga mampu menyusun diri menjadi sebuah rakit yang dapat mengapung di atas air, meskipun tangan manusia berusaha menenggelamkan mereka ke dalam air.

Peneliti di Georgia Institute of Technology telah bekerja bertahun-tahun untuk menganalisis bagaimana semut secara sosial dan fisik membentuk gumpalan yang rumit tanpa adanya pemimpin dan perencanaan sebelumnya.

(Baca juga: Awas, Spesies Semut Ini Bisa Kuasai Dunia)

Dalam sebuah penelitian yang baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal Royal Society Open Science, kamera berkecepatan tinggi menunjukkan koloni semut yang saling merapatkan diri untuk membentu suatu menara di sekitar tiang yang licin. Koordinasi tersebut menghasilkan struktur berbentuk lonceng, seperti menara Eiffel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para ilmuwan sebelumnya telah mengamati semut-semut yang menciptakan struktur menjulang ini dari tubuh mereka sendiri, dan video tersebut menyajikan tampilan baru pada fenomena ini.

Bagaimana mereka melakukannya?

Ternyata usaha untuk membuat menara ini tidaklah mudah. Menurut penelitian, seekor semut mampu menopang tiga semut lainnya, yang terhubung dengan bantalan lengket di kakinya.

Jika semut di bawah telah menanggung beban yang lebih berat dari yang seharusnya, semut-semut di atas akan berjatuhan layaknya hujan deras. Dengan saling berebut satu sama lain untuk naik ke atas, mereka bisa membangun basis yang kokoh, saling membangun dari bawah ke atas.

Para ilmuwan percaya bahwa perilaku ini digunakan sebagai struktur sementara setelah terjadinya “banjir semut” tersebut. Penskalaan struktur yang tinggi memungkinkan mereka untuk berburu ruang kosong di mana mereka dapat membuat rumah baru.

(Baca juga: Semut dengan Tubuh Berduri Ditemukan di Australia)

Halaman:


Sumber

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.