Kompas.com - 12/09/2017, 19:00 WIB
|
EditorYunanto Wiji Utomo

Semburan di Enceladus selama ini dipelajari secara detail melalui wahana antariksa Cassini. Sedangkan pada Europa, semburan dideteksi oleh Teleskop Luar Angkasa Hubble.

Namun tidak banyak yang bisa digali dari data-data tersebut.

"Apakah itu terbuat dari air es? Atau apakah uap air yang dilepaskan? Berapa suhu di wilayah itu dan berapa banyak air yang dipancarkan?" kata Geronimo Villanueva, peneliti utama proyek pengamatan Europa dan Enceladus dikutip dari Space.com, Senin (11/9/2017).

"Pengukuran Teleskop Webb memungkinkan kita untuk menjawab pertanyaan itu dengan ketepatan dan keakuratan yang belum pernah terjadi sebelumnya," tambahnya.

Pengamatan Webb akan membantu juga membuka jalan bagi misi Clipper Europa, sebuah misi orbital senilai 2 miliar dollar AS ke satelit yang dingin itu.

Webb akan mengidentifikasi terlebih dahulu area-area menarik yang bisa dijelajahi oleh misi Clipper Europa. Dijadwalkan misi ini akan diluncurkan pada tahun 2020an.

Clipper Europa akan mencari tanda-tanda kehidupan di Europa. Sedangkan Enceladus yang ukurannya lebih kecil tentunya akan sulit untuk diamati.

Teleskop Webb akan memiliki kapasitas untuk menganalis lebih lanjut satelit Saturnus. Teleskop Webb bisa mendeteksi bahan organik, misalnya unsur-unsur karbon yang penting bagi pembentukan kehidupan.

Namun Webb tidak memiliki kekuatan untuk secara langsung mendeteksi bentuk kehidupan dalam semburan tersebut.

Teleskop Webb rencananya akan diluncurkan pada tahun 2018 dan akan mengorbit pada matahari di titik L2 Lagrange, yang berjarak sekitar 1,7 juta km lebih jauh daripada orbit Bumi di Matahari.

Teleskop ini akan menyedikan gambar resolusi tinggi dari alam semesta, baik itu yang dekat maupun yang sangat jauh. serta mempelajari matahari, bintang-bintang dan galaksi termasuk diantaranya adalah Europa dan Enceladus.

Baca Juga: Bintik Merah Raksasa Jupiter Tertangkap Mata Juno, Sejarah Tercipta

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.