Kompas.com - 28/08/2017, 20:06 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Hubungan antara daging merah dengan kesehatan jantung dan kanker sering kali menjadi pertanyaan pasien kepada para dokter.

Untuk kesehatan jantung, jawabannya cukup mudah. Dalam artikel WebMD yang telah diulas oleh dokter penyakit dalam Jonathan L Gelfand, MD, jurnalis Elizabeth Lee menulis bahwa kandungan lemak jenuh pada beberapa daging merah cukup tinggi sehingga meningkatkan kolesterol dalam darah. Kolesterol LDL yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Akan tetapi, menjawab apakah daging merah dapat menyebabkan kanker tidak semudah menjawab “ya” atau “tidak”. Menurut beberapa penelitian, daging merah memang dapat meningkatkan risiko kanker, terutama kanker usus besar.

(Baca juga: Benarkah Arang Bisa Memicu Kanker?)

Menurut studi yang dilakukan oleh National Institutes of Health-AARP kepada setengah juta warga Amerika Serikat lanjut usia, orang-orang yang paling banyak memakan daging merah dan daging yang diproses selama 10 tahun lebih cepat meninggal daripada mereka yang memakan lebih sedikit daging merah.

Mereka yang memakan setidaknya 110 gram daging merah dalam sehari lebih berisiko untuk meninggal karena kanker dan penyakit jantung dibandingkan mereka yang hanya memakan sekitar 15 gram dalam sehari.

Oleh karena itu, para peneliti pun mengklasifikasikan risiko daging merah terhadap kanker dan jantung sebagai “cukup berisiko”.

(Baca juga: Riset Terbaru Kembali Ungkap Bahaya Terlalu Banyak Daging Merah)

Hal serupa juga ditemukan oleh para pakar di World Cancer Research Fund dan American Institute for Cancer Research yang melakukan penilaian sistemik terhadap sejumlah penelitian pada tahun 2007.

Mereka mengonklusikan bahwa bukti-bukti yang ada meyakinkan hubungan antara daging merah atau yang diproses dengan kanker usus besar, tetapi terbatas dalam hubungannya dengan kanker paru-paru, esofagus, perut, pankreas, dan endometrium.

Daging merah yang bernutrisi

Akan tetapi, Anda tidak perlu berhenti makan daging merah seumur hidup. Shalene McNeil, PhD, direktur eksekutif penelitian nutrisi untuk Asosiasi Daging Sapi National Cattlemen, mengatakan, kalori per kalori, sapi adalah salah satu makanan paling kaya nutrisi. Satu hidangan sapi rendah lemak dengan berat 85 gram hanya 180 kalori dan berisi 10 nutrisi penting.

Halaman:


Sumber WebMD
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Manfaat Kesehatan dari Puasa Menurut Sains

8 Manfaat Kesehatan dari Puasa Menurut Sains

Kita
Mundur dari ISS, Rusia Bakal Luncurkan Stasiun Luar Angkasa Sendiri

Mundur dari ISS, Rusia Bakal Luncurkan Stasiun Luar Angkasa Sendiri

Oh Begitu
Keganasan Bisa Ular Bervariasi, Peneliti Ungkap Penyebabnya

Keganasan Bisa Ular Bervariasi, Peneliti Ungkap Penyebabnya

Fenomena
Tapir Betina Masuk ke Kolam Ikan di Pekanbaru, Hewan Apa Itu?

Tapir Betina Masuk ke Kolam Ikan di Pekanbaru, Hewan Apa Itu?

Fenomena
Kopi Liar bisa Lindungi Masa Depan Minuman Kopi dari Perubahan Iklim

Kopi Liar bisa Lindungi Masa Depan Minuman Kopi dari Perubahan Iklim

Fenomena
Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 4 Meter dari Aceh hingga Papua

Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 4 Meter dari Aceh hingga Papua

Oh Begitu
63 Gempa Guncang Samosir Sejak Januari 2021, BMKG Pastikan Gempa Swarm

63 Gempa Guncang Samosir Sejak Januari 2021, BMKG Pastikan Gempa Swarm

Fenomena
Meneladani Kartini, Para Peneliti Perempuan Berjuang untuk Kemajuan Riset di Indonesia

Meneladani Kartini, Para Peneliti Perempuan Berjuang untuk Kemajuan Riset di Indonesia

Oh Begitu
Perbedaan Porang, Iles-iles, Suweg, dan Walur, dari Ciri hingga Manfaatnya

Perbedaan Porang, Iles-iles, Suweg, dan Walur, dari Ciri hingga Manfaatnya

Oh Begitu
Jadi Penyebab Wafatnya Kartini, Angka Kematian Ibu di Indonesia Masih Tinggi

Jadi Penyebab Wafatnya Kartini, Angka Kematian Ibu di Indonesia Masih Tinggi

Oh Begitu
Polemik Usai Terbitnya Buku Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang

Polemik Usai Terbitnya Buku Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang

Oh Begitu
Cita-cita Kartini yang Tercapai Usai Kepergiannya

Cita-cita Kartini yang Tercapai Usai Kepergiannya

Kita
Korban Bencana NTT Dapat Bantuan Sebungkus Mi Instan dan 1 Butir Telur, Ahli Gizi Rekomendasikan 3 Makanan Bergizi

Korban Bencana NTT Dapat Bantuan Sebungkus Mi Instan dan 1 Butir Telur, Ahli Gizi Rekomendasikan 3 Makanan Bergizi

Oh Begitu
Asal-usul Nama Jepara, Berasal dari Kata Ujungpara hingga Jumpara

Asal-usul Nama Jepara, Berasal dari Kata Ujungpara hingga Jumpara

Oh Begitu
Kisah Sitisoemandari Soeroto, Korbankan 4 Tahun Tuliskan Biografi Kartini

Kisah Sitisoemandari Soeroto, Korbankan 4 Tahun Tuliskan Biografi Kartini

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X