Kompas.com - 28/08/2017, 20:06 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

Nutrisi yang dimaksud oleh  McNeil termasuk zat besi yang dibutuhkan oleh remaja perempuan dan wanita di usia reproduksi, vitamin B12 yang membantu membuat DNA dan menyehatkan saraf dan sel darah merah, seng (zinc) yang membantu sistem kekebalan tubuh bekerja, dan protein yang membangun tulang dan otot.

Kuncinya, menurut Christian Rosenbloom, PhD, RD, seorang profesor nutrisi di Georgia State University, adalah memilih potongan daging merah yang lebih baik dan mengontrol porsinya.

Daging merah bisa disebut sebagai rendah lemak bila setiap 85 gram-nya mengandung kurang dari 10 gram lemak total, 4,5 gram lemak jenuh, dan 95 miligram kolesterol. Daging-daging ini dalam bahasa Inggris biasanya menggunakan kata “loin” seperti sirloin (has luar) dan tenderloin (has dalam).

Secara porsi, American Institute for Cancer Research menyarankan tidak lebih dari 500 gram daging merah yang dimasak per minggu, dan menghindari semua daging yang diproses, termasuk sosis, ham, dan bacon.

Hindari juga memasak daging dengan suhu tinggi karena dapat menghasilkan heterocyclic amines (HCA) dan polycyclic aromatic hydrocarbon (PAH) yang dapat meningkatkan risiko kanker. Untuk mengurangi pemaparan HCA dan PAH, Gelfand dan Lee memberikan beberapa tips untuk memasak daging merah:

1. Pilih daging merah rendah lemak ketika membakar daging untuk mengurangi kemungkinan api membesar dan menghasilkan asap yang dapat meninggalkan zat karsinogen pada daging.

2. Jika membakar daging, gunakan api medium atau tidak langsung agar api tidak membesar dan menggosongkan daging. Batasi juga penggorengan yang memasak daging pada temperatur tinggi.

3. Jangan membiarkan daging gosong. Daging yang terlalu matang mengandung lebih banyak senyawa yang dapat menyebabkan kanker.

4. Rendam daging dalam bumbu-bumbu terlebih dahulu untuk mengurnagi pembentukan HCA. Namun, pilih bumbu yang tidak mengandung gula agar api tidak membesar dan menggosongkan permukaan daging.

5. Balik-balikkan daging selama dimasak menggunakan spatula dan bukan garpu agar air daging tidak keluar dan membuat api membesar.

6. Konsumsi dan masak daging dengan sayur dan buah-buahan. Sebab, makanan yang berbahan dasar tanaman tidak menghasilkan HCA.

7. Buang lemak dari daging sebelum dimasak dan bagian-bagian yang gosong sebelum dimakan.

Halaman:


Sumber WebMD
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X