Spesies Katak Baru Ditemukan, Berhidung Mirip Babi dan Berwarna Ungu

Kompas.com - 25/08/2017, 16:08 WIB
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Ilmuwan telah menemukan spesies katak baru yang tidak biasa di sebuah pegunungan Ghats Barat di India. Katak itu memiliki kulit mengkilap dan ungu, dengan lingkaran biru di sekitar matanya, serta bagian depan yang runcing dan mirip hidung babi.

Spesies yang baru ditemukan ini diberi nama katak ungu Bhupathy (Nasikabatrachus bhupathi), untuk menghormati rekan mereka, Dr Subramaniam Bhupathy, seorang herpetolog terhormat yang meninggal di Ghat Barat pada tahun 2014.

Jenis amfibi ini memang tampak aneh dan merupakan hasil dari evolusi bertahun-tahun yang tak terhitung jumlahnya. Mata kecil, moncong panjang, dan tungkai pendek yang keras memungkinkan katak jenis ini menghabiskan hampir seluruh hidupnya di bawah tanah.

(Baca juga: Peneliti Kenalkan 4 Spesies Katak Baru dari Sumatra)

Faktanya, katak ungu memang tidak pergi ke permukaan untuk makan. Mereka justru menggunakan lidah yang panjang dan bergalur untuk mengambil semut dan rayap di bawah tanah.

Katak ungu Bhupathy memiliki relasi dengan katak ungu lainnya, N sahyadrensis, yang juga ditemukan di wilayah tersebut. Kedua spesies ini menjadi satu-satunya anggota kelompok yang diketahui.

"Garis keturunan katak ini sangat kuno, dan memiliki keanekaragaman yang sangat terbatas, jadi temuan ini sangat spesial dan tidak biasa," ungkap Elizabeth Prendini, ahli herpetologi di Museum Sejarah Alam Amerika dikutip National Geographic, Kamis (24/8/2017).

Berpasangan ketika hujan

Ada satu hal yang bisa membujuk katak ungu untuk keluar dari liang mereka. Penelitian yang sudah dipublikasikan dalam jurnal Alytes menyebutkan, saat musim hujan tiba, katak jantan mulai membuat seruan keras di sungai pegunungan.

Jantan kemudian akan kawin dengan betina di situ dan menyimpan telur yang telah dibuahi. Lalu, setelah satu atau dua hari, telur menetas dan menjadi kecebong.

Nasikabatrachus bhupathiJegath Janani Nasikabatrachus bhupathi

Akan tetapi, tidak seperti kecebong dari banyak spesies katak lainnya, yang menghabiskan hari-hari mereka berenang di sekitar genangan air dan kolam, kecebong katak ungu mengembangkan mulut mereka menyerupai ikan penghisap.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.