Pelajar Indonesia Borong Medali di Ajang Kompetisi Internasional

Kompas.com - 01/08/2017, 08:04 WIB
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) LIPILembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Pelajar Indonesia kembali membawa pulang medali dan penghargaan dari ajang penelitian internasional. Di bawah asuhan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ( LIPI), medali dan penghargaan diraih dari International Exhibition for Young Inventors (IEYI) 2017 dan ASEAN Student Science Project Competition (ASPC) 2017.

IEYI adalah ajang kompetisi internasional di bidang inovasi teknologi tepat guna yang diselenggarakan di Nagoya, Jepang pada 25-31 Juli 2017 . Selain Indonesia, 14 negara, termasuk China, Taiwan, India, Italia, Jepang, Filipina, dan Rusia, juga turut mengambil bagian dalam kompetisi kali ini.

Dua medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu berhasil didapatkan pelajar Indonesia. Selain itu, berbagai special award juga diberikan kepada beberapa penelitian.

(Baca juga: Temuan Peneliti Indonesia Jadi Soal Olimpiade Fisika Internasional)

Dengan judul The Safety Motorcyle Handlebar untuk kategori Safety and Health, Hans Bastian Wangsa dan Siti Farahdina membawa pulang medali emas.

Kedua pelajar SMAN 6 Yogyakarta ini membuat sistem yang mengingatkan pengendara untuk mematikan kampu sein sepeda motornya. Pasalnya, lupa mematikan lampu sein dan berbelok ke arah sebaliknya dapat menyebabkan kecelakaan.

Medali emas lainnya didapat oleh Gede Herry Harum Wijaya dan Ni Putu Gita Naraswati dalam kategori Green Technology. Kedua pelajar SMA Bali Mandara inimembuat Smart Trash Can, tong sampah yang dapat menanggulangi pencampuran sampah di TPA sehingga sulit diolah. Herry dan Gita juga mendapatkan Special Award dari official Macao.

Sementara itu, Hanum Dzatirrajwa dan Izza Aulia Putri Purwanto dari SD IT Bina Amal Semarang meriah medali perak kategori Education and Recreation, serta Special Award dari official Technopol Moscow Rusia. Dengan karya berjudul Snake and Ladder for Blind Children, mereka membuat media bermain bagi anak tunanetra.

(Baca juga: Indonesia Raih 2 Medali di Olimpiade Fisika APhO Tersulit dalam Sejarah)

Medali perak berikutnya didapatkan oleh Arfan Khairul Wdari, siswa Sampoerna Academy untuk kategori Green Technology. Melalui karya berjudul Floating Hydro, Arfan membuat energi listrik mandiri dan portabel untuk daerah yang belum terjangkau listrik.

Selain itu, medali perak dan Special Award dari official International Teenager Competition and Communication Center China didapatkan oleh Mufftie Insani dan Firman Dwiansyah untuk kategori Food and Agriculture.

Dengan karya berjudul BOTANI (The Bot Farmer), siswa SMKN 1 Cimahi itu mengondisikan kelembapan dan temperatur ruangan untuk pertumbuhan jenis tanaman tertentu.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X