Mengenal Sileri, Kawah Terganas Dieng yang Mampu Lenyapkan Desa

Kompas.com - 05/07/2017, 21:33 WIB
Kondisi Kawah Sileri di kompleks obyek wisata Dieng Plateau, Banjarnegara, Jawa Tengah, pasca-semburan lumpur, Senin (3/7/2017). Kawah Sileri menyemburkan lumpur setinggi 200 meter pada Minggu, 2 Juli kemarin, sedikitnya 20 orang dilaporkan terluka. KOMPAS.com / M IQBAL FAHMIKondisi Kawah Sileri di kompleks obyek wisata Dieng Plateau, Banjarnegara, Jawa Tengah, pasca-semburan lumpur, Senin (3/7/2017). Kawah Sileri menyemburkan lumpur setinggi 200 meter pada Minggu, 2 Juli kemarin, sedikitnya 20 orang dilaporkan terluka.
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

BANJARNEGARA, KOMPAS.com-- Akhir pekan lalu, Minggu (2/7/2017), publik dihebohkan dengan berita erupsi Kawah Sileri di Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah. Salah satu kawah aktif di kompleks dataran tinggi Dieng itu mengalami letusan freaktif berupa semburan asap dan lumpur yang membumbung hingga ketinggian 50 meter.

Sedikitnya 20 orang yang tengah berwisata di lokasi tersebut mengalami dampak langsung. Semua korban dilarikan ke Puskesmas 1 Batur, Banjarnegara. Kebanyakan korban mengalami luka ringan dan hanya satu korban yang dirujuk ke RSUD Pemalang karena patah tulang saat berusaha menyelamatkan diri.

(Baca juga: Kawah Sileri Dieng Meletus, Lokasi Wisata Ditutup)

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Dieng, Jawan Surip, berkata bahwa dirinya sangat terkejut ketika pertama mendapat kabar Kawah Sileri mengalami erupsi atau letusan.

Bagaimana tidak, selain masih banyak pengunjung yang berada di sekitar kawah, kekhawatiran Surip muncul karena Kawah Sileri dikenal sebagai kawah yang paling ganas dari puluhan kawah bernama yang ada di wilayah Dataran Tinggi Dieng.

Surip menceritakan, dalam sejarahnya, erupsi Kawah Sileri ini paling banyak memakan korban. Tercatat pada 4 Desember 1944, Kawah Sileri mengalami erupsi freatik serupa. Dalam tragedi itu, sedikitnya 117 orang terenggut nyawanya.

Setelah tragedi ’44, sejarah kelam kembali terulang di Kawah Sileri, tepatnya 13 Desember 1964. Satu kampung bernama Desa Jawera hilang akibat erupsi Sileri yang bertipe freatik eksplosif. Tercatat 114 orang tewas dalam aktivitas Sileri di rezim Presiden Soekarno itu.

“Ada satu kampung bernama Jawera hilang tersapu letusan Sileri. Sekarang prasastinya bisa dilihat di sekitar gerbang masuk komplek wisata kawah. Dari cerita senior yang ada di pos pemantauan ini, konon materi letusan Sileri tahun ’64 yang berupa batu seukuran kepalan tangan terlempar sampai di sini (pos), yang jaraknya sekitar dua kilometer,” ujar Surip.

(Baca juga: Letusan Sileri Pernah Jadi Sumber Tragedi, Renggut 117 Nyawa pada 1944

Saat ditanya mengenai penyebab utama erupsi Kawah Sileri, Surip mengatakan, gejala vulkanik itu merupakan potensi alamiah yang terjadi di setiap kawah. Saat ini, belum ada teknologi yang dapat memprediksi secara pasti, kapan kawah-kawah di Dieng Plateau akan mengeluarkan erupsi.

“Tapi kami selalu memantau kondisi kawah, lebih dari satu bulan sebelum erupsi freaktif kemarin. Kami sudah memberikan rekomendasi jarak aman pada radius 100 meter kepada pengelola wisata setempat. Namu,n masih saja dibuka sampai bibir kawah,” katanya.

Saat mendatangi Kawah Sileri pasca-erupsi, Kompas.com berbincang dengan Mustangin, warga setempat yang melihat langsung detik-detik saat asap dan lumpur terlontar dari dalam kawah. “Sebelumnya sudah ada suara seperti mendesis dan asap semakin banyak, tidak lama setelah itu baru meledak besar,” katanya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X