Kompas.com - 03/02/2017, 15:15 WIB

- Perubahan nafsu makan (kehilangan atau pertambahan berat badan).

- Penurunan libido.

- Kesulitan berkonsentrasi dan membuat keputusan.

- Kesulitan memenuhi peran sehari-sehari.

- Merasa sangat tidak puas atas apapun

- Merasa bersalah atau seperti Anda sedang dihukum.

- Negatif ketika berbicara tentang diri Anda.

- Sering bicara tentang "betapa tidak bergunanya hidup ini" atau "ingin mengakhiri semuanya".

 

Pendampingan untuk meringankan depresi pada pasien kanker

Orang yang sehat tidak ingin menanggung beban emosi sendirian, bayangkan bagaimana dengan orang yang sedang menderita sakit berat seperti kanker. Ya, mereka juga perlu untuk didampingi.

Dalam mendampingi pasien kanker yang sedang mengalami depresi, paling utama adalah Anda harus mau mengerti keadaannya.

"Pertama yang harus dipahami adalah, kelemahan fisik sangat rentan memengaruhi emosi. Bayangkan, mau bergerak saja susah. Mau makan, susah menelan. Tak heran jika orang yang sedang sakit, apalagi sakit berat, menjadi depresi," kata Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Si Psikolog, Psikolog di Klinik Terpadu UI Depok dan Klinik Tiga Generasi di Jakarta Selatan.

Lebih lanjut wanita yang akrab disapa Nina ini mengatakan, sebaiknya Anda sebagai pendamping atau kerabat pasien, tidak memaksakan kehendak kepada Si Sakit, sekalipun itu untuk kebaikannya sendiri.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.