Kompas.com - 26/01/2017, 18:11 WIB
Dari kiri ke kanan, Christina, Monica, Adisty, Olivia, FIrnita, Felicia dan Kevin Felicia / i3LDari kiri ke kanan, Christina, Monica, Adisty, Olivia, FIrnita, Felicia dan Kevin
|
EditorPalupi Annisa Auliani

Bagaimana dengan kualitasnya? Hasil penelitian Departemen Pertanian AS (USDA) menunjukkan, kualitas kantong plastik berbahan dasar susu 500 kali lebih baik daripada plastik konvensional.

“(Bahan serupa) plastik jenis ini bisa mencegah oksigen dari luar masuk ke dalam. Jadi bisa melindungi makanan yang ada di dalamnya dari udara luar” kata Felicia.

Penelitian USDA menjadi salah satu referensi tugas akhir tersebut karena di Negara Paman Sam juga sudah muncul beberapa upaya serupa, mendapatkan alternatif bahan ramah lingkungan pengganti plastik.

Rencana bisnis

Setelah mendapatkan Plasmik, kedelapan mahasiswa tersebut berencana pula membuat rencana bisnis untuk pemasarannya. Motivasi untuk mewujudkan rencana itu makin kuat karena salah satu poin kurikulum i3L adalah mendidik mahasiswanya memiliki kemampuan wirausaha.

“Mahasiswa di sini itu lulus tidak buat skripsi, tetapi membuat bisnis untuk memasarkan produk temuannya,“ papar salah satu dosen Fakultas Bioentrepreneurship i3L, Sekar Wulan Prasetyaningtyas, Senin (10/1/2017).

Proyek pembuatan prototipe pada semester satu laiknya Plasmik ini, lanjut Sekar, akan terus dikembangkan pada semester tiga kuliah para mahasiswa. Prototipe tersebut, sebut dia, akan mulai dipamerkan juga di tempat ramai seperti mal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat berbincang dengan Kompas.com, Felicia malah sudah punya ancang-ancang harga jual Plasmik, yaitu Rp 14.000 per kilogram (kg).

“Wajar harganya mahal karena ini bahan dasarnya susu dan lemon. Dari harga itu kami bisa mendapatkan untung Rp 500 per kg dan akan dapat profit lebih lagi bila kami membeli bahan dalam jumlah besar,“ kata Felicia.

Ke depan, ungkap Felicia, timnya berencana mengembangkan juga versi Plasmik yang relatif lebih murah harganya. Biaya produksi bisa ditekan antara lain dari penggantian bahan baku.

Susu sapi cair, misalnya, bisa diganti kalsium kasein dari ekstrak protein susu sapi berbentuk bubuk. Lemon sebagai sumber asam nitrat pun bisa diganti dengan citrus pectin yang didapat dari dinding sel buah marga jeruk-jerukan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.