Bukan Khayalan, Kemasan Plastik Bakal Bisa Dimakan

Kompas.com - 26/01/2017, 18:11 WIB
Kantong Plastik bisa dikonsumsi bukan impian lagi THINKSTOCK.COMKantong Plastik bisa dikonsumsi bukan impian lagi
|
EditorPalupi Annisa Auliani


KOMPAS.com 
- Sifat sampah plastik yang sulit terurai menjadi persoalan karena merusak lingkungan. Sekelompok mahasiswa International Institute for Life Science (i3L) pun turut mencoba mencari jalan keluar, dengan mengembangkan bahan kemasan serupa plastik yang bahkan aman dikonsumsi manusia.

Adalah Monica, Firnita, Christina, Adisty, Olivia, Felicia Yosephine, Gianfranco dan Kevin, kelompok mahasiswa yang berkolaborasi menghasilkan Plasmilk, bahan serupa plastik menggunakan bahan dasar produk turunan susu.

Ide dan proses pembuatan plasmik merupakan bagian dari tugas akhir semester satu perkuliahan mereka di i3L.

"Karena melihat banyak sungai tercemar sampah plastik, kami kepikiran membuat (bahan serupa) plastik yang mudah terurai. Di detik-detik terakhir, ide itu berkembang menjadi (bahan serupa) plastik yang bisa dimakan,” papar Felicia (18 tahun), tentang ide kreatif di balik pengembangan Plasmik, saat dihubungi Kompas.com, Minggu (22/1/2017).

Plasmilk bisa aman dikonsumsi manusia, ungkap Felicia, karena berasal dari polimer kasein—protein yang terkandung dalam susu sapi.

Tak rumit

Lalu, bagaimana cara pembuatan plasmik? Langkah pertama yang mereka lakukan, tutur Felicia, adalah memanaskan 30 mililiter (ml) susu sapi. Pemanasan yang dilakukan tak sampai mencapai titik didih. Sesudahnya, ditambahkan asam sitrat dengan takaran tertentu.

Asam Sitrat adalah asam organik lemah yang ada di daun dan buah tanaman dari genus citrus alias jeruk-jerukan. Dalam percobaannya, Felicia dan kelompoknya menggunakan cairan lemon.

“Satu lemon kami peras dan dapat cairannya sebanyak 60 ml. Lalu, kami tambahkan air agar keasamannya berkurang dari 0,3 mol—satuan atom—menjadi 0,1 mol per liter,” papar Felicia.

Percampuran susu dan asam sitrat akan menghasilkan gumpalan adonan. Dari sinilah bahan dasar Plasmik berasal.

Felicia / i3L Hasil percampuran susu sapi dengan lemon

“Karena kami tidak punya alat cetak dan Plasmilk ini masih prototipe, kami belum sampai tahap memproduksi (kemasan atau kantong pengganti) plastik,“ ucap Felicia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Oh Begitu
Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Fenomena
Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Fenomena
Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Oh Begitu
Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Fenomena
Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Oh Begitu
Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Fenomena
Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

Fenomena
Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Fenomena
WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

Kita
Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Oh Begitu
BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X