Ilmuwan Ungkap Masa Lalu Asteroid Alien Oumuamua yang Liar - Kompas.com

Ilmuwan Ungkap Masa Lalu Asteroid Alien Oumuamua yang Liar

Kompas.com - 13/02/2018, 19:35 WIB
Oumuamua adalah asteroid antarbintang pertama yang mengunjungi Tata Surya. Benda unik ini ditemukan pada 18 Oktober 2017 oleh teleskop Pan-STARRS 1 di Hawai. Observasi selanjutnya dari Teleskop Very Large ESO di Cile dan observatorium lainnya di seluruh dunia menunjukkan bahwa dia melakukan perjalanan melalui ruang angkasa selama jutaan tahun sebelum bertemu dengan Tata Suya kita. Oumuamua merupakan benda metalik atau berbatu merah tua yang panjangnya mencapai 400 meter, dan tidak seperti apa yang biasanya ditemukan di Tata Surya. Oumuamua adalah asteroid antarbintang pertama yang mengunjungi Tata Surya. Benda unik ini ditemukan pada 18 Oktober 2017 oleh teleskop Pan-STARRS 1 di Hawai. Observasi selanjutnya dari Teleskop Very Large ESO di Cile dan observatorium lainnya di seluruh dunia menunjukkan bahwa dia melakukan perjalanan melalui ruang angkasa selama jutaan tahun sebelum bertemu dengan Tata Suya kita. Oumuamua merupakan benda metalik atau berbatu merah tua yang panjangnya mencapai 400 meter, dan tidak seperti apa yang biasanya ditemukan di Tata Surya.

KOMPAS.com -- Ketika para astronom di Hawaii menemukan Oumuamua, mereka langsung tahu bahwa asteroid tersebut tidak biasa.

Asteroid alien pertama yang diketahui mengunjungi tata surya kita pada 18 Oktober 2017 tersebut memiliki laju pergerakan yang luar biasa. Selain itu, Oumuamua juga memiliki bentuk memanjang atau tidak bulat seperti asteroid lainnya.

Penampakan dan gerakannya yang aneh tersebut sempat membuat para ilmuwan bertanya-tanya bila Oumuamua sebetulnya adalah kapal alien. Walaupun pengamatan lebih lanjut tidak menunjukkan hasil apa-apa.

Kini, sebuah studi baru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Astronomy mencoba untuk menguak identitas Oumuamua dan mengungkap masa lalunya yang liar.

Baca juga : Asteroid Alien Oumuamua Ternyata Lebih Unik dari Perkiraan Sebelumnya

“Kita tahu bahwa di luar bentuknya yang memanjang dan tidak umum, timun antariksa ini memiliki asal-usul di sekitar bintang lainnya, memiliki masa lalu yang liar, dan berputar-putar dengan semrawut karenanya,” kata Dr Wesley Fraser dari Queen’s University Belfast kepada Independent, Senin (12/2/2018).

Dia melanjutkan, hasil yang kami temukan membantu menggambarkan identitas pengunjung antarbintang yang aneh ini, dan rupanya ia cukup tidak biasa bila dibandingkan dengan asteroid dan komet yang kita lihat di tata surya.

Bersama timnya, Dr Fraser menganalisa ukuran keterangan dari Oumuamua dan menemukan bahwa asteroid tersebut tidak berputar secara teratur seperti kebanyakan obyek antariksa. Oumuamua justru berputar-putar secara tidak beraturan.

Para peneliti juga menduga bahwa Oumuamua telah melakukan hal ini selama miliaran tahun dan kemungkinan akan terus melakukannya.

Baca juga : Batu atau Kapal Alien? Para Astronom Selidiki Asteroid Oumuamua

Dr Fraser mengatakan, model kami menunjukkan bahwa perputaran ini akan berlanjut hingga miliar atau bahkan ratusan miliar tahun sebelah tekanan internal membuat (Oumuamua) berotasi secara normal kembali.

Menurut dugaan para peneliti, gerakan aneh Oumuamua ini kemungkinan besar disebabkan oleh tumbukan dengan planetisimal lain dalam tata suryanya. Hal ini terjadi sebelum ia terlempar hingga melewati ruang antarbintang.

Fakta lain yang ditemukan oleh tim Dr Fraser adalah warnanya yang tidak merata. Hasil analisis menunjukkan bahwa Oumuamua berwarna merah gelap hanya pada kepalanya, sementara sisa tubuhnya berwarna netral seperti salju kotor.

Terakhir, hasil penelitian Dr Fraser memastikan bahwa Oumuamua adalah asteroid dan bukan kapal alien, meskipun mereka juga berkata bahwa hal yang sama tidak bisa dikatakan tentang pengunjung antarbintang lainnya.

Sebagai informasi, perhitungan para peneliti mengungkap bahwa setiap tahunnya ada lebih dari 46 juta obyek antarbintang yang melewati tata surya kita.


Komentar
Close Ads X