Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 25/01/2018, 10:07 WIB
Resa Eka Ayu Sartika

Penulis

KOMPAS.com - Hamparan pepohonan atau sawah hijau seluas mata memandang menjadi sebuah rekreasi dan relaksasi bagi siapa saja yang melihatnya. Tak terkecuali bagi remaja.

Sebuah temuan baru dari Harvard T.H Chan School of Public Health menyebut bahwa berada di sekitar pepohonan dan tanaman hijau membantu remaja terhindar dari depresi.

Temuan ini didapatkan para peneliti setelah melihat lebih dari 9.000 anak berusia 12 hingga 18 tahun. Para peneliti menemukan bahwa remaja yang tinggal di daerah dengan banyak vegetasi alami memiliki gejala depresi yang rendah.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Adolescent Health ini juga menyebut bahwa efek paling kuat terjadi pada siswa sekolah menengah.

Baca juga: Lihat Pemandangan Bantu Atasi Sulit Tidur

"Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa makin sedikit seseorang bersinggungan dengan alam berkaitan erat dengan makin banyaknya emosi dan perilaku negatif yang dikeluarkan," ungkap Carla Bezold, penulis utama penelitian ini dikutip dari Washington Post, Senin (22/01/2018).

Untuk memastikan temuan tersebut, para peneliti menganalisis data dari 9385 remaja yang berpartisipasi pada 1999 dalam sebuah penelitian besar tentang faktor kesehatan yang mempengaruhi remaja di Amerika Serikat. Para peserta juga diminta melakukan serangkaian tes untuk menguji kesehatan mental mereka.

Selain itu, remaja-remaja itu memberikan informasi tentang penyalahgunaan zat terlarang, isu keselamatan lingkungan, dan diminta mengisi kuesioner tahunan.

Tim Bezold juga menggunakan geo-coding untuk mengidentifikasi di mana para peserta tinggal. Selanjutnya, data satelit digunakan untuk memeriksa area di sekitar rumah mereka dan meniliai kepadatan bangunan serta jaraknya dengan ruang hijau dan sumber air.

Selain itu, para peneliti juga mengukur jumlah dan kualitas ruang hijau itu, yaitu besaran subur atau kecil dan jarang.

Selanjutnya data yang didapat dibandingkan dengan penilaian kesehatan mental para peserta. Data kesehatan mental tersebut mencatat bahwa 11,5 persen peserta mengalami gejala depresi tinggi.

"Kami melihat bahwa tinggal di daerah yang lebih hijau dikaitkan dengan depresi yang lebih rendah di antara populasi ini," kata Bezold yang merupakan peneliti postdoctoral di Departemen Epidemiologi.

Baca juga: Gagang Bayam Timur, Idola Wisata Danau Limboto

Secara keseluruhan, setelah mempertimbangkan faktor keluarga dan ekonimi, para peneliti menemukan bahwa remaja yang tinggal di dekat ruang hijau 11 persen lebih kecil terkena depresi tinggi.

Sedangkan untuk jarak rumah dan sumber air tidak berkorelasi dengan tingkat depresi remaja.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Baca tentang


Video Pilihan Video Lainnya >

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau