Luka Sembuh Tanpa Bekas Bukan Cuma Impian, Ilmuwan Temukan Caranya - Kompas.com

Luka Sembuh Tanpa Bekas Bukan Cuma Impian, Ilmuwan Temukan Caranya

Kompas.com - 24/01/2018, 17:00 WIB
Ilustrasi lukaThinkstock Ilustrasi luka

KOMPAS.com – Bagi sebagian orang, bekas luka tidaklah menyenangkan. Terlebih bila muncul di daerah tertentu yang dapat merusak penampilan. Namun, tak lama lagi hal itu bukan masalah karena para ilmuwan telah menemukan cara mengatasinya.

Kita tahu, saat kulit terluka kemudian muncul bekas luka secara alami. Bekas luka itu juga dinamakan jaringan parut dan merupakan bagian dari penyembuhan luka.

Jika Anda pernah bertanya-tanya mengapa jaringan parut terlihat sangat berbeda dari kulit biasa, itu karena jaringan parut tidak mengandung sel lemak atau folikel rambut. Jaringan parut secara keseluruhan terdiri dari sel yang disebut myofibroblast sehingga saat luka sembuh, akan ada bekas luka permanen di kulit.

Namun, jika kulit beregenerasi di atas sel lemak yang disebut adiposit, maka kulit yang terluka dapat menyatu kembali setelah luka tersebut sembuh. Hasilnya, bekas luka tak tampak.

Akan tetapi, seiring bertambahnya usia, adiposit dalam tubuh pun berkurang sehingga terjadi perubahan warna dan kerutan pada kulit.

Baca juga : Rahasia Warna Kulit Manusia Terkuak, Lebih Kompleks dari Dugaan

Menilik dari kedua hal tersebut, para ahli kemudian membuat rekayasa agar bekas luka bisa disamarkan bahkan terlihat seperti kulit normal. Caranya dengan mengubah myofibroblast menjadi adiposit.

Hasil penelitian yang terbit di jurnal Science, Jumat (5/1/2018) tersebut mengklaim bahwa para ahli sudah dapat memanipulasi penyembuhan luka yang dapat membuat regenerasi kulit tanpa meninggalkan bekas luka.

"Rahasianya adalah menumbuhkan folikel rambut terlebih dahulu. Setelah itu, lemak akan beregenerasi sebagai respons terhadap sinyal dari folikel tersebut," kata salah satu anggota tim ilmuwan, George Cotsarelis, ketua Departemen Dermatologi di University of Pennsylvania seperti dilansir Science Alert, Sabtu (20/1/2018).

Penelitian sebelumnya dari tim ilmuwan yang sama telah mendapati bahwa sel lemak dan folikel rambut berkembang secara terpisah dalam proses regenerasi kulit. Folikel rambut akan berkembang lebih dulu disusul sel lemak.

Mereka kemudian menginduksi folikel rambut untuk tumbuh dalam jaringan parut baru. Percobaan itu dilakukan pada tikus dan sampel kulit manusia yang ditumbuhkan di laboratorium.

Baca juga : Luka Bakar 95 Persen, Pria Ini Selamat karena Transplantasi Kulit

Cotsarelis dan koleganya menemukan bahwa folikel rambut mengeluarkan protein pensinyalan yang disebut Bone Morphogenetic Protein (BMP). Myofibroblast bekas luka pun berubah menjadi adiposit. Saat luka sembuh, kulit kembali seperti semula dan tak ada bedanya dengan kulit normal di sekitarnya.

"Biasanya, myofibroblast dianggap tidak mampu menjadi tipe sel yang berbeda. Tapi hasil penelitian kami menunjukkan bahwa kita memiliki kemampuan untuk memengaruhi sel-sel ini, dan mereka dapat diubah secara efisien dan stabil menjadi adiposit," imbuhnya.

Sebagai catatan, percobaan ini belum diujikan pada manusia. Mengingat tubuh mengganti 500 juta sel setiap 24 jam, pekerjaan rumah para ilmuwan masih berlanjut berupa riset lebih dalam.

Selain itu, hingga saat ini para ilmuwan berpikir bahwa mengubah myofibroblast menjadi adiposit secara biologis tidak mungkin dilakukan pada mamalia.

Jika penelitian lanjutan mereka berhasil, penyembuhan luka tanpa jaringan parut bukanlah mustahil di masa depan.


EditorGloria Setyvani Putri
Komentar
Close Ads X