Luka Bakar 95 Persen, Pria Ini Selamat karena Transplantasi Kulit - Kompas.com

Luka Bakar 95 Persen, Pria Ini Selamat karena Transplantasi Kulit

Kompas.com - 25/11/2017, 18:05 WIB
Franck korban luka bakar 95 persen Franck korban luka bakar 95 persen

KOMPAS.com - Bisakah Anda membayangkan apa yang terjadi jika seseorang menderita luka bakar hingga 95 persen di tubuhnya? Mungkin Anda mengira orang tersebut akan meninggal.

Namun, nyatanya Franck Dufourmantelle masih hidup hingga sekarang.

Sama seperti dugaan Anda, pria 33 tahun ini tadinya diperkirakan akan meninggal dunia. Ajaibnya, dia berhasil selamat berkat transplantasi kulit dari kembarannya.

Kecelakaan Franck terjadi pada September 2016 di utara Perancis. Franck ditelan api saat menangani bahan kimia di tempat kerjanya. Beruntung, wajahnya selamat dari luka bakar tersebut.

Baca juga: Menurut Studi Baru, Vitamin D Baik untuk Pasien Luka Bakar

"Saya memiliki tato seperti lukisan di lengan saya. Namun, satu-satunya yang tertinggal adalah kata 'hidup'," kata Franck dikutip dari The Guardian, Jumat (24/11/2017).

Untuk mempertahankan hidup Franck, dokter mengambil tindakan untuk mentransplantasi kulit dari saudara kembarnya yang bernama Eric. Transplantasi dari kembar identik secara genetik menghilangkan risiko penolakan oleh tubuh penerima.

Lelaki berusia 33 tahun itu menjalani sekitar selusin operasi, beberapa bulan rawat inap, dan rehabilitasi fisik. Kini Franck diperbolehkan rawat jalan, tetapi tetap ada terapi intensif.

"Tidak sakit lagi," kata Franck yang baru-baru ini berhenti minum obat penghilang rasa sakitnya.

Kini dia bahkan sudah bisa berjalan dan sedang memulihkan gerakan tangannya. "Dengan tangan kiri, saya bisa mencubit benda, seperti capit," katanya. Sementara itu tangan kanannya, yang tidak terlalu terluka, telah sembuh sehingga dia bisa menulis dengan pena.

Baca juga: Penanganan Luka Bakar akibat Serangan Air Keras

Dokter utama yang menangani kasus ini mengatakan, hampir setengah dari kulit saudara kembarnya, Eric, diambil dan direnggangkan untuk menutupi area yang lebih luas.

"Kulit penerima donor pada saat ini tidak ditutupi bekas luka. Yang bisa dilihat hanyalah sedikit perbedaan pigmentasi," ujar Maurice Mimoun, dokter di Rumah Sakit Saint-Louis, Paris.

Sebetulnya, transplantasi kulit dari kembar ke kembar telah dilakukan sebelumnya. "Hanya saja tidak pernah mencapai area seluas itu," ujar Mimoun.


EditorGloria Setyvani Putri
Komentar
Close Ads X