Ingin Anjing Berhenti Merusak Sofa dan Sepatu? Pakar Jelaskan Caranya - Kompas.com

Ingin Anjing Berhenti Merusak Sofa dan Sepatu? Pakar Jelaskan Caranya

Resa Eka Ayu Sartika
Kompas.com - 08/12/2017, 16:00 WIB
Ilustrasi anjing menggigitimantsu Ilustrasi anjing menggigit

KOMPAS.com - Satu hal yang paling menyebalkan dari memiliki anjing adalah ketika tiba-tiba bantal, sandal hingga sofa rusak karena digigit. 

Bayangkan saja, sesampainya di rumah setelah bekerja seharian, Anda mendapati rumah berantakan dengan potongan busa di mana-mana karena gigitan anjing kesayangan.

Namun, jangan buru-buru memarahi hewan peliharaan Anda tersebut. Pasalnya, penting bagi Anda untuk mengetahui mengapa mereka melakukannya.

"Mengunyah bagi seekor anjing layaknya seorang manusia yang membuka pintu untuk melihat ke sebuah ruangan," kata Collin Tennant, ketua Asosiasi Perilaku Anjing dan Kucing di Inggris dikutip dari Live Science, Selasa (5/12/2017).

Baca juga: Anjing atau Kucing, Mana yang Lebih Cerdas Menurut Sains?

"Orang-orang bisa saja usil, begitu juga dengan anjing. Tapi, mereka 'iseng' dengan mulutnya karena tidak memiliki tangan," imbuhnya.

Tennant sendiri telah menangani perilaku anjing selama 30 tahun terakhir. Dia berkata bahwa dalam kasus ekstrem, rasa cemas pada anjing karena terlalu lama sendirian dapat membuat masalah menjadi lebih buruk.

"Anjing adalah hewan yang berkawan, mereka tidak suka dibiarkan sendiri. Anjing yang tidak terbiasa sendirian bisa sangat cemas saat kawanannya tidak hadir dan bisa menampilkan perilaku yang merusak seperti mengunyah atau merobek karpet," kata Tennant.

Meski begitu, anjing yang sudah beradaptasi pun mungkin sulit menjauhkan rahangnya dari hal-hal semacam itu ketika ada benda yang memikat seperti sandal.

"Anjing sering mengunyah sesuatu karena mereka menyukai rasa atau baunya. Di rumah, bau yang dirasakan paling menarik oleh anjing adalah bau manusia. Orang-orang meninggalkan sepatunya, dan sepatu tersebut sangat bau," ujar Tennant.

Baca juga: Bersejarah, Anjing Tanpa Bulu Ini Sudah Ada 3.500 Tahun Lalu

Apalagi, tekstur sepatu sangat mengundang anjing untuk mengunyah. Ini merupakan naluri binatang liar pada anjing.

" Sepatu sering kali terbuat dari kulit, dan itu mengingatkan anjing pada hewan. Anjing memakan binatang, mereka predator," ungkap Tennant.

Tennant mengatakan, perabot kayu pun dapat menarik perhatian, terutama untuk anak anjing.

Anda tentu mengijinkan anjing peliharaan untuk mengunyah tongkat kayu di halaman, tapi lain cerita jika yang dikunyah adalah kayu di kursi favorit Anda.

Sayangnya, hewan berkaki empat itu tak bisa membedakan antara potongan kayu yang diizinkan dan yang tidak.

Untuk itu, anjing perlu dilatih untuk menghindari benda-benda yang diberi nilai dan perlu ditawarkan alternatif. Akan tetapi, bisa jadi hewan itu tak langsung menerima alternatifnya.

"Kesalahpahaman paling umum yang orang pelajari dari internet adalah mereka hanya perlu membelikan hewan kesayangannya beberapa mainan lalu anjing akan berhenti mengunyah," kata Tennant.

"Padahal tidak. Mainan yang berbau plastik tidak menarik bagi anjing, bau busuk manusialah yang merupakan bau fantastis (untuk seekor anjing). Mereka menyukainya," tambahnya.

Untuk menyiasati hal ini, Tennat menyarankan agar pemilik anjing menggunakan permainan lempar tangkap untuk memperkuat hubungan mainan dan anjing.

Baca juga: Tahukah Anda, Indera Penciuman Manusia Bisa Sebaik Anjing

Selain itu, mainan yang lembut dan empuk hampir sama disukainya untuk anjing karena mirip sepatu. Namun, pemilik kadang enggan untuk memilih mainan jenis ini karena harus sering diganti dan mudah rusak. 

Apapun yang dikunyah anjing, penting untuk segera mendisiplinkannya. Sayangnya, setiap kali Anda marah, hal tersebut tidak berpengaruh pada perilaku anjing.

"Anjing hidup dari waktu ke waktu. Jika Anda berteriak pada mereka setengah jam setelah mereka menghancurkan sesuatu, satu-satunya yang akan mereka pahami adalah anda bertindak gila," ucap Tennant.

Tennant menyebut bahwa kesalahpahaman paling berbahaya adalah ketika orang percaya bahwa anjing memahami konsekuensi tindakan mereka. Padahal, ekspresi tersebut hanya mereka buat karena tak suka dimarahi, kata Tennant.

PenulisResa Eka Ayu Sartika
EditorMichael Hangga Wismabrata
Komentar
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM