Kompas.com - 05/12/2017, 20:30 WIB
|
EditorMichael Hangga Wismabrata

KOMPAS.com -- Anjing dan kucing mungkin adalah dua hewan yang paling sering dibandingkan oleh manusia. Baru-baru ini, rivalitas keduanya kembali diuji setelah para peneliti menguji tingkat kepandaian beberapa hewan karnivora.

Dipublikasikan di jurnal Frontiers in Neuroanatomy, para peneliti mencoba menyelidiki hal ini dengan melakukan pengukuran terhadap jumlah neuron. Neuron adalah sel saraf khusus yang ditemukan di otak untuk mentransmisikan sebuah pesan.

Hasilnya, anjing memiliki sekitar dua kali jumlah neuron di korteks serebral mereka dibandingkan kucing, dan mungkin dua kali lebih cerdas dibandingkan kucing.

"Dalam penelitian ini, kami tertarik untuk membandingkan spesies karnivora yang berbeda untuk melihat jumlah neuron di otak mereka bila dibandingkan dengan ukuran otak," kata Dr. Suzana Herculano-Houzel dari Universitas Vanderbilt, Amerika Serikat dikutip dari Sci-News, Jumat (1/12/2017).

Baca juga : Anjing dan Serigala, Mana yang Lebih Pandai Bekerja Sama? 

Dia melanjutkan, saya percaya jumlah neuron yang dimiliki hewan di bagian korteks serebral, menentukan kekayaan dan keadaan mental diri mereka, serta kemampuan untuk memprediksi apa yang akan terjadi di lingkungan mereka berdasarkan pengalaman masa lalu.

Para peneliti menganalisis otak satu atau dua spesimen dari delapan spesies karnivora. Delapan spesies tersebut adalah musang, luwak, rakun, kucing, anjing, hyena bergaris, singa, dan beruang coklat.

"Kami memperkirakan bahwa pengukuran kami akan mengkonfirmasi hipotesis intuitif bahwa otak karnivora harus memiliki neuron korteks lebih banyak daripada herbivora yang mereka mangsa," ujar tim tersebut.

"Itu karena berburu lebih menuntut kemampuan kognitif dibandingkan strategi keamanan bagi herbivora untuk dengan jumlah yang lebih banyak," imbuhnya.

Baca juga: Ini Sebabnya Kucing dan Anjing Suka Kepalanya Dielus

Namun, hipotesis itu terbukti menjadi salah. Tim ini menemukan bahwa rasio neuron terhadap ukuran otak karnivora berukuran kecil dan menengah, hampir sama dengan herbivora.

Hal tersebut menjelaskan bahwa ada banyak tekanan evolusioner pada herbivora untuk mengembangkan kekuatan otak mereka dalam usaha melepaskan diri dari pemangsanya, karnivora.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.