Fenomena Langka, Sebuah Gurun Tiba-tiba Berubah Jadi Lautan Bunga - Kompas.com

Fenomena Langka, Sebuah Gurun Tiba-tiba Berubah Jadi Lautan Bunga

Kontributor Sains, Monika Novena
Kompas.com - 04/09/2017, 10:27 WIB
Lautan bunga di Gurun Atacama, Cile. Mario Ruiz/EPA Lautan bunga di Gurun Atacama, Cile.

KOMPAS.com - Gurun Atacama di Cile merupakan salah satu tempat terkering di dunia. Tapi secara tiba-tiba, gurun itu berubah menjadi lautan bunga warna-warni.

Lansekap tandus itu berganti rupa menjadi lautan bunga berwarna kuning, oranye, hijau, ungu dan merah pada bulan Agustus tahun ini.

Fenomena yang disebut sebagai "desierto florido" atau gurun yang berbunga oleh masyarakat lokal ini biasanya terjadi setiap lima hingga tujuh tahun sekali. Ini terjadi karena siklus iklim di Samudera Pasifik yang disebut El Nino.

Desierto florido terakhir terjadi pada tahun 2015. Banyak warga lokal tidak menduga bahwa fenomena ini akan terulang lebih cepat dari perkiraan.

Baca Juga: Fenomena Langka, 2 Kuda Nil Selamatkan Wildebeest dari Buaya Ganas

Atacama biasanya hanya mendapat hujan sekitar 15 milimeter per tahun. Namun hujan tidak terduga membuat benih-benih dorman yang berada di dalam tanah berkecambah.

Padang pasir memang menyimpan jutaan biji dorman atau tidak aktif di dalam tanah selama berbulan-bulan bahkan tahunan. Mereka baru akan berkembang dan berakar setelah mendapat cukup air.

Gurun Atacama berada di dataran tinggi, 1000 kilometer di utara Cile yang berbatasan dengan Peru, Bolivia dan Argentina. Fenomena ledakan bunga menarik ribuan wisatawan untuk melihat dan memotret lebih dari 200 spesies bunga serta satwa liar.

Penelitian menunjukkan, sebelum menjadi padang pasir yang gersang, Atacama jutaan tahun lalu dipenuhi dengan rawa dan danau.

Baca Juga: Sains di Balik Fenomena Merinding, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

 

PenulisKontributor Sains, Monika Novena
EditorYunanto Wiji Utomo
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM