Disebut Silent Killer, Kenali Gejala dan Penyebab Hipertensi

Kompas.com - 25/02/2020, 13:43 WIB
Ilustrasi hipertensi ShutterstockIlustrasi hipertensi


KOMPAS.com - Meskipun hipertensi atau tekanan darah tinggi seringkali dianggap biasa saja oleh masyarakat, tetapi ahli medis menegaskan hipertensi ini adalah penyakit yang serius.

Dampak yang ditimbulkan dari penyakit hipertensi sangat serius, bahkan dapat berakhir pada kematian.

Dijelaskan oleh Ketua Umum InaSH, dr Tunggul D Situmorang SpPD-KGH, peningkatan tekanan darah yang berlangsung dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan kerusakan pada ginjal, jantung dan otak.

" Hipertensi ini sering dianggap biasa, padahal kalau tidak dideteksi secara dini dan mendapat pengobatan yang memadai, bisa jadi gagal ginjal, jantung koroner bahkan stroke," kata Tunggul dalam acara Cegah Kerusakan Organ Akibat Hipertensi, di InaSH House Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Baca juga: Jangan Anggap Remeh, Hipertensi Sebabkan Kerusakan Organ Tanpa Gejala

Pada kebanyakan kasus, kata dia, hipertensi terdeteksi saat pemeriksaan fisik karena alasan penyakit tertentu, sehingga sering disebut sebagai silent killer atau pembunuh yang senyap.

Seseorang yang hipertensi tidak memiliki gejala, karena pertama yang terjadi pada orang tersebut adalah asimptomatik atau tekanan di dinding pembuluh darah saja.

Oleh sebab itu tidak ada gejala yang tampak, tetapi sudah terjadi kerusakan organ-organ atau komplikasi terminalnya.

"Hipertensi ini adalah biang keladi atau sumber malapetaka dari semua organ yang mempunyai pembuluh darah, baik yang kecil maupun yang besar," kata dia.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X