Kompas.com - 20/02/2020, 13:32 WIB
Pasien dengan gejala ringan virus corona COVID-19 diperiksa suhu tubuhnya oleh petugas medis saat menjalani perawatan di sebuah pusat pameran yang diubah menjadi rumah sakit darurat di Wuhan, Hubei, China (17/2/2020). Data hingga Rabu (19/2/2020) ini, korban meninggal akibat virus corona di China sudah mencapai 2.000 orang setelah dilaporkan 132 kasus kematian baru. AFP/STR/CHINA OUTPasien dengan gejala ringan virus corona COVID-19 diperiksa suhu tubuhnya oleh petugas medis saat menjalani perawatan di sebuah pusat pameran yang diubah menjadi rumah sakit darurat di Wuhan, Hubei, China (17/2/2020). Data hingga Rabu (19/2/2020) ini, korban meninggal akibat virus corona di China sudah mencapai 2.000 orang setelah dilaporkan 132 kasus kematian baru.

Para ilmuwan dari berbagai negara telah menerbitkan dan menganalisis genom agen penyebab sindrom pernafasan akut yang parah virus corona 2 (SARS-CoV-2).

"Dan mereka menyimpulkan virus corona (Covid-19) berasal dari satwa liar, seperti yang telah banyak muncul lainnya,” tulis mereka.

Teori konspirasi tidak melakukan apa pun selain menciptakan rasa takut, rumor, dan prasangka yang membahayakan kolaborasi global dalam perang melawan virus corona ini.

“Kami menginginkan Anda, ilmu pengetahuan dan kesehatan profesional China, untuk mengetahui hal itu. Kami berdiri dengan Anda dalam perjuangan Anda melawan virus (Covid-19) ini,” ujar para penulis pernyataan The Lancet.

Baca juga: Nama Virus Corona Wuhan Sekarang SARS-CoV-2, Ini Bedanya dengan Covid-19

Peter Daszak, presiden EcoHealth Alliance dan pengesah pernyataan itu, mengatakan ia dan para ilmuwan lainnya sedang berada di tengah era informasi media sosial yang salah, rumor, dan teori konspirasi.

Teori ini memiliki konsekuensi nyata, termasuk ancaman kekerasan yang terjadi pada rekan-rekannya di China.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Daszak mengatakan ada pilihan apakah akan berdiri dan mendukung kolega yang diserang dan diancam setiap hari oleh ahli teori konspirasi atau hanya menutup mata, terkait awal penyebaran virus Covid-19 ini.

"Saya benar-benar bangga, orang-orang dari sembilan negara dapat dengan cepat membela diri mereka dan menunjukkan solidaritas dengan orang-orang yang, bagaimana pun, berhadapan dengan kondisi yang mengerikan dalam wabah (virus corona di Wuhan, China)," ujarnya.

Baca juga: Indonesia Masih Negatif Virus Corona, Benarkah Tak Mampu Deteksi?

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.