Update Virus Corona 13 Februari: 1.368 Meninggal, 60.310 Terinfeksi

Kompas.com - 13/02/2020, 07:23 WIB
Ilustrasi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona

"Pada saat ini, kita telah menmasukkan vaksin yang kita ciptakan dari bakteri ke tikus," ujar salah satu anggota tim peneliti Paul McKay kepada AFP.

"Kami berharap, dalam beberapa minggu ke depan, sudah bisa menentukan respons yang terlihat pada tikus, baik di dalam darahnya, atau respons antibodinya pada virus corona," ujarnya.

Meskipun tidak mengetahui secara pasti sejauh apa perkembangan vaksin virus corona yang sedang diupayakan oleh para peneliti lain di seluruh dunia, tim peneliti Imperial College London meyakini bahwa mereka adalah salah satu yang paling pertama dalam memulai pengujian pada hewan.

Baca juga: Tim Peneliti Inggris Mulai Pengujian Vaksin Virus Corona pada Tikus

Mereka pun berharap agar sudah dapat menemukan cara menghentikan penyebaran strain mirip SARS yang efektif dan aman pada akhir tahun ini.

Selain tim ini, kantor berita pemerintah China, Xinhua, juga melaporkan mengenai tim peneliti universitas Shanghai yang juga telah menginjeksikan vaksin ke tikus untuk diujikan.

Namun, laporan tersebut tidak mengungkapkan secara detail universitas yang dimaksud.

Menciptakan sebuah vaksin sebetulnya adalah proses yang sangat panjang. Setelah melalui pengujian pada hewan dan pengujian klinis pada manusia, sebuah vaksin harus dipastikan bisa diproduksi secara massal dan efektif.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X