Anda Perokok Aktif tapi Tak Kena Kanker Paru? Ini Penjelasan Ahli

Kompas.com - 12/02/2020, 20:03 WIB
Ilustrasi rokok ShutterstockIlustrasi rokok


KOMPAS.com - Banyak perokok aktif yang enggan berhenti merokok dengan alasan tak terkena penyakit berat, termasuk kanker paru.

Dijelaskan oleh Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Dr dr Agus Dwi Susanto SpP(K), bahwa paru-paru diciptakan bukan untuk dialiri udara yang beracun, tetapi untuk udara yang bersih.

"Tidak ada ceritanya paru-paru tetap sehat kalau dialiri udara beracun," kata dia.

Baca juga: Wajib Diketahui, Ini Gejala Awal Kanker Paru

Paparan asap rokok tidak hanya menjadi pemicu dari kanker paru, tetapi juga berbagai penyakit berbahaya lainnya.

Hal itu dikarenakan kandungan yang karsinogenik sebagai pemicu kanker, terbukti secara medis terdapat dalam komponen bahan pembuatan rokok apapun jenisnya baik konvensional maupun elektronik.

Berhenti merokok sesegera mungkin akan memperkecil orang tersebut terkena kanker paru yang mematikan.

"Kalau ada orang mengatakan merokok tapi tidak sakit, risiko penyakit lain juga bisa terjadi bukan hanya kanker paru saja," tuturnya.

Aktif merokok, tapi kenapa tidak ada gejala sakit?

Untuk diketahui, kanker atau tumor yang tumbuh dan berada di tengah bagian paru memang tidak akan menimbulkan gejala yang menyakitkan.

Tetapi ketika sel kanker tersebut telah menyebar dan mengganggu bagian organ lainnya seperti syaraf dan menyumbat saluran pernapasan, barulah orang tersebut akan merasakan sakit. Seperti sesak nafas, nyeri dada, dan batuk berlebihan hingga berdarah.

"Karena gejalanya enggak ada di awal tumor muncul di paru, itulah banyak yang terlambat ke dokter, pas ke dokter tahu-tahu sudah stadium 4," ucap dia.

Baca juga: Wajib Diketahui, Ini Gejala Awal Kanker Paru

Umumnya, pada fase stadium awal, kanker paru tidak memiliki gejala yang berarti di tubuh pasien. Sementara, gejala muncul saat kanker sudah memasuki stadium lanjut yaitu 3-4, di mana sel kanker telah menyebar dan menyerang organ lain.

Pada fase kanker stadium 4, angka harapan hidup menjadi sangat kecil sekali dibandingkan fase stadium awal 1 dan 2.

Rokok menjadi faktor risiko utama kanker paru yang menjadi penyebab banyaknya kematian pada pria. Berdasarkan banyak penelitian, kata Agus, 90 persen perokok aktif pasti akan mendapati penyakit.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X