Waspada, 5 Obat Ini Paling Sering Disalahgunakan

Kompas.com - 12/02/2020, 18:05 WIB
Ilustrasi obat keras merek tramadol. KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBAIlustrasi obat keras merek tramadol.

Mengutip Alodokter, obat ini tidak cocok digunakan untuk mengatasi batuk berdahak dan batuk jangka panjang yang disebabkan oleh bronchitis kronis, asma, emfisema, atau kebiasaan merokok.

Trihexyphenidyl

Trihexyphenidyl digunakan untuk mengatasi penyakit seperti Parkinson dan gejala seperti tremor, tubuh kaku, serta gerakan tidak terkendali baik pada wajah maupun anggota tubuh lainnya.

Namun, obat ini cukup berbahaya bagi penderita glaukoma, penyakit jantung dan pembuluh darah, gangguan hati serta ginjal, juga konstipasi.

Riklona

Selain Tramadol, obat lainnya yang juga terdapat pada tas Lucinta Luna adalah Riklona. Hari menyebutkan, Riklona merupakan salah satu obat-obatan jenis benzodiazepine yang merupakan obat penenang.

“Riklona pada dasarnya merupakan obat anticemas. Biasa juga digunakan untuk mengatasi kejang pada anak,” tutur Hari.

Obat ini bekerja dengan cara memengaruhi neurotransmitter pada otak.

Alprazolam

Sama seperti Riklona, Alprazolam juga merupakan turunan dari benzodiazepine. Alprazolam merupakan obat untuk mengatasi gangguan kecemasan dan gangguan panik.

Obat ini dapat mengurangi ketengangan psikologis, sehingga membuat orang yang mengonsumsinya merasa lebih tenang.

Alprazolam bekerja di dalam saraf otak untuk menghasilkan efek menenangkan, dengan meningkatkan aktivitas zat kimia alami dalam tubuh yang disebut gamma-aminobutirat.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antartika Tak Tersentuh Covid-19, Penelitian Musim Panas Ilmuwan Kurangi Personel

Antartika Tak Tersentuh Covid-19, Penelitian Musim Panas Ilmuwan Kurangi Personel

Oh Begitu
Bukan Palung Mariana, Lubang Terdalam Bumi Dibuat oleh Manusia

Bukan Palung Mariana, Lubang Terdalam Bumi Dibuat oleh Manusia

Fenomena
Sejak 70.000 Tahun Manusia Sudah Gunakan Panah Beracun, Ini Penjelasannya

Sejak 70.000 Tahun Manusia Sudah Gunakan Panah Beracun, Ini Penjelasannya

Fenomena
Planet Luar Tata Surya Bumi Super Paling Ekstrem Ternyata Punya Lautan Lava

Planet Luar Tata Surya Bumi Super Paling Ekstrem Ternyata Punya Lautan Lava

Fenomena
Hutan Hujan Amazon Kena Proyek Pengaspalan, Kerusakan Lingkungan di Depan Mata

Hutan Hujan Amazon Kena Proyek Pengaspalan, Kerusakan Lingkungan di Depan Mata

Fenomena
Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Sumba Ternyata Sudah 244 Kali Susulan

Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Sumba Ternyata Sudah 244 Kali Susulan

Fenomena
Istri Adalah Orang Lain yang Kebetulan Diurus Suami, Benarkah?

Istri Adalah Orang Lain yang Kebetulan Diurus Suami, Benarkah?

Oh Begitu
Ilmuwan di Inggris Kembangkan Vaksin Tiruan untuk Lawan Covid-19

Ilmuwan di Inggris Kembangkan Vaksin Tiruan untuk Lawan Covid-19

Fenomena
Misteri Mahluk Berleher Super Panjang Akhirnya Terungkap, Ini Penjelasannya

Misteri Mahluk Berleher Super Panjang Akhirnya Terungkap, Ini Penjelasannya

Fenomena
Ledakan Lebanon, Bagaimana Amonium Nitrat Menghancurkan Kota?

Ledakan Lebanon, Bagaimana Amonium Nitrat Menghancurkan Kota?

Oh Begitu
Sejak 5 Agustus, Rentetan Gempa Sumba Mencapai 112 Kali

Sejak 5 Agustus, Rentetan Gempa Sumba Mencapai 112 Kali

Fenomena
Rentetan 3 Gempa Guncang Sumba NTT, Begini Analisis BMKG

Rentetan 3 Gempa Guncang Sumba NTT, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Banyak Hewan Terancam Punah, Kenapa Ilmuwan Pilih Selamatkan Parasit?

Banyak Hewan Terancam Punah, Kenapa Ilmuwan Pilih Selamatkan Parasit?

Fenomena
Mengapa Zebra Punya Garis-garis Hitam Putih di Tubuh? Ini Penjelasan Sains

Mengapa Zebra Punya Garis-garis Hitam Putih di Tubuh? Ini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat Dibanding Rapid Test

Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat Dibanding Rapid Test

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X