Bandara Yogyakarta Siap Dipasangi Alat Deteksi Dini Gempabumi dan Tsunami

Kompas.com - 12/02/2020, 13:02 WIB
Ilustrasi gempa bumi. AFPIlustrasi gempa bumi.

KOMPAS.com - Yogyakarta International Airport (YIA) menjadi bandara pertama yang didukung sistem terpadu mengantisipasi potensi gempa dan tsunami serta cuaca ekstrem.

Menurut Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, bandara YIA dirancang secara seksama sehingga tahan terhadap gempa dengan magnitudo 8,8.

Area tersebut juga siap apabila diterpa tsunami yang diakibatkan oleh gempa di dasar laut.

"YIA siap untuk menghadapi gempa kuat dan tsunami," kata Dwikorita di Bandara YIA, Kulon Progo, Senin (10/2/2020).

Baca juga: Gempa Hari Ini: Beberapa Lindu Mengguncang Bali dan Yogyakarta

Yogyakarta International Airport merupakan contoh bandara yang paling siap dalam mengantisipasi potensi gempa dan tsunami karena dilengkapi sistem pemantauan gempa bumi dan peringatan dini tsunami.

BMKG sendiri memiliki fasilitas alat pemantau kondisi cuaca di YIA. Sementara itu, sistem pengamatan gempabumi dan peringatan dini tsunami bandara saat ini sedang memasuki tahap akhir pemasangan.

Untuk memastikan tahapan akhir pemasangan tersebut dipasang pada lokasi yang tepat, Dwikorita juga melakukan peninjauan kesiapan infrastruktur deteksi gempabumi dan tsunami itu.

"Jadi hari ini kita meninjau titik mana pada lantai yang mana, dinding yang mana alat itu harus dipasang. Sehingga nanti semua bisa melihat jika ada gempa langsung bisa terbaca pada layar, berpotensi tsunami atau tidak. Shingga nanti bisa dilakukan langkah-langkah respons lanjut," ujarnya.

Baca juga: Gempa Hari Ini: M 5,1 Guncang Bantul, Yogyakarta dan Sekitarnya

Sebenarnya, alat-alat tersebut telah terpasang di tempat sementara, yang nantinya akan dipindahkan ke bangunan baru yang dipadukan dengan kebutuhan stasiun meteorologi penerbangan di Bandara YIA.

Sistem deteksi gempabumi dan tsunami

Sistem deteksi gempa dan tsunami yang akan dipasang diperkuat dengan sensor accelerometer 1 buah, sensor intensitymeter 2 buah, Earthquake Early Warning System 1 buah. Selain itu, juga sedang disiapkan radar untuk memonitor gelombang tinggi dan tsunami.

Adapun sensor gempa bumi di YIA terhubung dengan jaringan BMKG Pusat di Kemayoran, Jakarta Pusat, dan diperkuat dengan back up system di BMKG Denpasar, Bali.

Baca juga: Kenapa Gempa Banten Terasa Sampai Yogyakarta dan Mataram?

Dengan begitu, deteksi gempa dan tsunami dapat dipantau dari jarak jauh serta rekam data aman karena terdapat back up system.

Sistem deteksi gempa dan tsunami di YIA dirancang agar dapat memberi peringatan cepat jika terjadi gempa bumi.

Apabila sewaktu-waktu terjadi gempa maka dalam waktu 3 sampai dengan 5 menit dapat segera diketahui posisi pusat gempa, besar magnitudo gempa dan potensi tsunaminya.

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X