Studi Ungkap Cara Gajah Bersimpati pada Spesiesnya yang Mati

Kompas.com - 08/02/2020, 19:04 WIB
Ilustrasi gajah Asia. SHUTTERSTOCKIlustrasi gajah Asia.

KOMPAS.com - Interaksi gajah dengan gajah lain yang telah mati mungkin beberapa kali telah diceritakan dan juga kita ketahui. Perilaku tersebut sering disebut sebagai cara gajah menunjukkan rasa duka atas kematian gajah lain.

Namun, selama ini studi mengenai perilaku tersebut masih kurang.

Sebuah penelitian baru yang dilakukan baru-baru ini rupanya bisa memberikan wawasan baru mengenai hal tersebut.

Studi tersebut terdiri dari tinjauan literatur dari 32 pengamatan bangkai gajah liar di berbagai tempat yang berbeda di seluruh Afrika.

Baca juga: Serba Serbi Hewan: Gajah dan Manusia Siapa Paling Jago Renang?

Temuan yang diterbitkan dalam jurnal Primate ini menunjukkan bahwa gajah memperlihatkan minat terhadap kematian dari spesies mereka. Bahkan, itu terjadi setelah tubuh gajah yang mati sudah lama membusuk dan bukan berasal dari kawanan yang sama.

Perilaku paling umum yang diamati adalah mendekati bangkai gajah, menyentuh, dan memeriksanya.

Gajah tampaknya juga menggunakan indera penciuman tingkat lanjut untuk mengidentifikasi bangkai. Gajah kemudian akan bersuara dan berusaha mengangkat atau menarik bangkai.

"Motivasi yang mendasari perilaku itu belum diketahui, tetapi jelas bervariasi di berbagai keadaan dan individu. Misalnya saja, beberapa gajah melakukan kunjungan berulang ke bangkai karena gajah yang mati adalah induknya," kata Shifra Goldenberg, peneliti dari San Diego Zoo Institute for Conservation Research.

Baca juga: Setelah Patah, Akankah Cula Badak dan Gading Gajah Tumbuh Kembali?

Seperti kita tahu, gajah membentuk hubungan yang kuat selama beberapa dekade. Masing-masing individu memelihara berbagai jenis hubungan antar-populasi.

Gajah hidup dalam kelompok yang kompleks secara sosial yang mengharuskan untuk mengenali dan mengingat individu lain.

Ketika saling menyapa dengan gajah lain, biasanya mereka akan saling bersentuhan dalam waktu yang lama. Hal ini menunjukkan bahwa mereka terus memperbarui informasi sosial.

Tak heran kalau gajah menunjukkan kemampuan yang menonjol, daya ingat, serta indera penciuman yang mengagumkan.

Baca juga: 43 Tahun Kesepian, Gajah Paling Menyedihkan di Dunia Mati

Jadi, ada kemungkinan pula bahwa perilaku gajah terhadap bangkai juga memiliki tujuan yang sama dan memiliki implikasi penting dalam kelangsungan hidup individu.

"Ini adalah salah satu dari banyak aspek luar biasa dari gajah yang telah kita amati, tetapi tidak dapat sepenuhnya dipahami," tambah George Wittemyer, peneliti dari Colorado State University.

Para peneliti berharap studi di masa depan akan dilakukan lagi untuk lebih memahami memori gajah serta mengeksplorasi emosi gajah terhadap kematian.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber PHYSORG
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X