43 Tahun Kesepian, Gajah Paling Menyedihkan di Dunia Mati

Kompas.com - 08/03/2019, 18:33 WIB
Flavia, gajah paling menyedihkan di dunia Flavia, gajah paling menyedihkan di dunia

KOMPAS.com - Flavia, gajah yang mendapat julukan paling menyedihkan di dunia, mati di Kebun Binatang Cordoba, Spanyol. Gajah Asia itu mati setelah selama 43 tahun kesepian karena hidup sendirian di kebun binatang tersebut.

Kesehatan gajah betina itu dilaporkan memburuk dalam 6 bulan terakhir sebelum kematiannya.

Tak hanya kesehatannya yang memburuk, Flavia juga dilaporkan mengalami depresi.

Kebun Binatang Cordoba sendiri adalah "rumah" bagi Flavia sejak usia 3 tahun.

Baca juga: Sering Diburu oleh Manusia, Gajah Beradaptasi Lahir Tanpa Gading

Kesendirian Flavia telah menjadi perhatian pihak kebun binatang sejak lama. Pihak kebun binatang kemudian bekerja sama dengan kelompok hak-hak binatang PACMA untuk memulihkan kesejahteraan gajah itu.

Demi tujuan tersebut, Flavia yang berusia 47 tahun dipindahkan ke tempat perlindungan lain.

Sayangnya, Flavia tetap "mengurung diri" dan tidak bisa berinteraksi dengan gajah lain.

Hari Jumat (01/03/2019), pihak Kebun Binatang Cordoba mengumumkan kematian Flavia.

PACMA menyerukan agar tidak ada lagi hewan yang mengalami hal serupa di kebun binatang. Mereka menegaskan penting bagi kebun binatang dan penangkaran memperbolehkan hewan-hewan di sana untuk bereproduksi.

"Selama bertahun-tahun ia (Flavia) telah sendirian dan ditawan di Kebun Binatang Cordoba," ujar Silvia Barquero, pemimpin organisasi tersebut dikutip dari The Independent, Rabu (06/03/2019).

"Kami berharap tidak ada hewan yang akan mengalami hal ini lagi," tegasnya.

Untuk diketahui, gajah adalah hewan sosial seperti manusia. Mereka juga dikenal mengembangkan ikatan yang kuat dalam unit keluarga.

Di alam liar, gejah bahkan bisa hidup hingga usia 70 tahun.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antartika Tak Tersentuh Covid-19, Penelitian Musim Panas Ilmuwan Kurangi Personel

Antartika Tak Tersentuh Covid-19, Penelitian Musim Panas Ilmuwan Kurangi Personel

Oh Begitu
Bukan Palung Mariana, Lubang Terdalam Bumi Dibuat oleh Manusia

Bukan Palung Mariana, Lubang Terdalam Bumi Dibuat oleh Manusia

Fenomena
Sejak 70.000 Tahun Manusia Sudah Gunakan Panah Beracun, Ini Penjelasannya

Sejak 70.000 Tahun Manusia Sudah Gunakan Panah Beracun, Ini Penjelasannya

Fenomena
Planet Luar Tata Surya Bumi Super Paling Ekstrem Ternyata Punya Lautan Lava

Planet Luar Tata Surya Bumi Super Paling Ekstrem Ternyata Punya Lautan Lava

Fenomena
Hutan Hujan Amazon Kena Proyek Pengaspalan, Kerusakan Lingkungan di Depan Mata

Hutan Hujan Amazon Kena Proyek Pengaspalan, Kerusakan Lingkungan di Depan Mata

Fenomena
Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Sumba Ternyata Sudah 244 Kali Susulan

Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Sumba Ternyata Sudah 244 Kali Susulan

Fenomena
Istri Adalah Orang Lain yang Kebetulan Diurus Suami, Benarkah?

Istri Adalah Orang Lain yang Kebetulan Diurus Suami, Benarkah?

Oh Begitu
Ilmuwan di Inggris Kembangkan Vaksin Tiruan untuk Lawan Covid-19

Ilmuwan di Inggris Kembangkan Vaksin Tiruan untuk Lawan Covid-19

Fenomena
Misteri Mahluk Berleher Super Panjang Akhirnya Terungkap, Ini Penjelasannya

Misteri Mahluk Berleher Super Panjang Akhirnya Terungkap, Ini Penjelasannya

Fenomena
Ledakan Lebanon, Bagaimana Amonium Nitrat Menghancurkan Kota?

Ledakan Lebanon, Bagaimana Amonium Nitrat Menghancurkan Kota?

Oh Begitu
Sejak 5 Agustus, Rentetan Gempa Sumba Mencapai 112 Kali

Sejak 5 Agustus, Rentetan Gempa Sumba Mencapai 112 Kali

Fenomena
Rentetan 3 Gempa Guncang Sumba NTT, Begini Analisis BMKG

Rentetan 3 Gempa Guncang Sumba NTT, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Banyak Hewan Terancam Punah, Kenapa Ilmuwan Pilih Selamatkan Parasit?

Banyak Hewan Terancam Punah, Kenapa Ilmuwan Pilih Selamatkan Parasit?

Fenomena
Mengapa Zebra Punya Garis-garis Hitam Putih di Tubuh? Ini Penjelasan Sains

Mengapa Zebra Punya Garis-garis Hitam Putih di Tubuh? Ini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat Dibanding Rapid Test

Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat Dibanding Rapid Test

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X