Virus Corona Infeksi 61 Orang di Kapal Pesiar di Lepas Pantai Jepang

Kompas.com - 07/02/2020, 17:03 WIB
Kapal pesiar, Diamond Princess, terlihat berlabuh di Pelabuhan Yokohama, setelah 10 orang di dalamnya positif terinfeksi virus corona. Kim Kyung-Hoon/ReutersKapal pesiar, Diamond Princess, terlihat berlabuh di Pelabuhan Yokohama, setelah 10 orang di dalamnya positif terinfeksi virus corona.

Dia mengungkapkan pasien yang terinfeksi virus corona atau virus 2019-nCoV, akan dikirim ke sejumlah rumah sakit di beberapa perfektur di Jepang.

Kehidupan di kapal yang dikarantina

Dengan karantina virus corona yang akan berlangsung hingga 19 Februari, ada kekhawatiran akan pasokan obat ke kapal tersebut.

Seorang penumpang bahkan mengibarkan bendera Jepang dengan pesan "kekurangan obat".

Sedikitnya, di dalam kapal Diamond Princess terdapat 61 orang yang positif terinfeksi virus corona baru, yakni virus 2019-nCoV. Di antaranya terdiri dari:

  1. Jepang : 28 orang
  2. Amerika Serikat : 11 orang
  3. Australia: 7 orang
  4. Kanada : 7 orang
  5. China : 3 orang
  6. Inggris : 1 orang
  7. Selandia Baru : 1 orang
  8. Taiwan : 1 orang
  9. Filipina : 1 orang
  10. Argentina : 1 orang

Baca juga: Akibat Sop Kelelawar sampai Menular Lewat Buah, 7 Hoaks Virus Corona

Seorang penumpang asal Inggris, David Abel terus menginformasikan kondisi di dalam kapan Diamond Princess selama karantina akibat virus corona baru, melalui laman sosial medianya.

"Kita harus memonitor suhu kita secara teratur dan jika itu naik di atas normal, kita harus menghubungi layanan medis di atas kapal," ungkap Abel.

Virus corona baru dapat menyebabkan infeksi pernafasan akut yang parah, yang dalam beberapa kasus dapat berakibat Namun, sebagian besar orang terinfeksi cenderung pulih.

Pusat virus ini ditemukan di kota Wuhan, China dan sebagian besar kasus ada di kota dan provinsi Hubei di sekitarnya.

Selain di kapal pesiar Jepang, hingga saat ini, diketahui virus corona baru telah menewaskan 636 orang dan menginfeksi 31.161 orang di daratan China.

Baca juga: Bayi Usia 30 Jam Jadi Pasien Termuda Virus Corona

 

Halaman:


Sumber BBC News
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antartika Tak Tersentuh Covid-19, Penelitian Musim Panas Ilmuwan Kurangi Personel

Antartika Tak Tersentuh Covid-19, Penelitian Musim Panas Ilmuwan Kurangi Personel

Oh Begitu
Bukan Palung Mariana, Lubang Terdalam Bumi Dibuat oleh Manusia

Bukan Palung Mariana, Lubang Terdalam Bumi Dibuat oleh Manusia

Fenomena
Sejak 70.000 Tahun Manusia Sudah Gunakan Panah Beracun, Ini Penjelasannya

Sejak 70.000 Tahun Manusia Sudah Gunakan Panah Beracun, Ini Penjelasannya

Fenomena
Planet Luar Tata Surya Bumi Super Paling Ekstrem Ternyata Punya Lautan Lava

Planet Luar Tata Surya Bumi Super Paling Ekstrem Ternyata Punya Lautan Lava

Fenomena
Hutan Hujan Amazon Kena Proyek Pengaspalan, Kerusakan Lingkungan di Depan Mata

Hutan Hujan Amazon Kena Proyek Pengaspalan, Kerusakan Lingkungan di Depan Mata

Fenomena
Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Sumba Ternyata Sudah 244 Kali Susulan

Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Sumba Ternyata Sudah 244 Kali Susulan

Fenomena
Istri Adalah Orang Lain yang Kebetulan Diurus Suami, Benarkah?

Istri Adalah Orang Lain yang Kebetulan Diurus Suami, Benarkah?

Oh Begitu
Ilmuwan di Inggris Kembangkan Vaksin Tiruan untuk Lawan Covid-19

Ilmuwan di Inggris Kembangkan Vaksin Tiruan untuk Lawan Covid-19

Fenomena
Misteri Mahluk Berleher Super Panjang Akhirnya Terungkap, Ini Penjelasannya

Misteri Mahluk Berleher Super Panjang Akhirnya Terungkap, Ini Penjelasannya

Fenomena
Ledakan Lebanon, Bagaimana Amonium Nitrat Menghancurkan Kota?

Ledakan Lebanon, Bagaimana Amonium Nitrat Menghancurkan Kota?

Oh Begitu
Sejak 5 Agustus, Rentetan Gempa Sumba Mencapai 112 Kali

Sejak 5 Agustus, Rentetan Gempa Sumba Mencapai 112 Kali

Fenomena
Rentetan 3 Gempa Guncang Sumba NTT, Begini Analisis BMKG

Rentetan 3 Gempa Guncang Sumba NTT, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Banyak Hewan Terancam Punah, Kenapa Ilmuwan Pilih Selamatkan Parasit?

Banyak Hewan Terancam Punah, Kenapa Ilmuwan Pilih Selamatkan Parasit?

Fenomena
Mengapa Zebra Punya Garis-garis Hitam Putih di Tubuh? Ini Penjelasan Sains

Mengapa Zebra Punya Garis-garis Hitam Putih di Tubuh? Ini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat Dibanding Rapid Test

Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat Dibanding Rapid Test

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X