Usai 16 Tahun Bertugas, Selamat Tinggal Teleskop Spitzer…

Kompas.com - 31/01/2020, 20:06 WIB
Teleskop Spitzer NASATeleskop Spitzer

KOMPAS.com - National Aeronautics and Space Administration (NASA) resmi mematikan operasional Spitzer Space Telescope. Data-data terakhir yang terekam oleh teleskop tersebut telah diunduh kemarin, 30 Januari 2020.

Spitzer Project Manager, Joseph Hunt, resmi mengumumkan bahwa teleskop tersebut tidak lagi on duty pada pukul 14.34 waktu AS.

Mengutip The Independent, Jumat (31/1/2020), Spitzer merupakan salah satu teleskop kebanggaan NASA. Selain di antaranya Hubble Space Telescope, Chandra X-ray Observatory, dan Compton Gamma Ray Observatory. Keempatnya memperlihatkan sangat banyak pemandangan dan penemuan luar angkasa.

Baca juga: Berukuran 500 Meter, Teleskop Raksasa Pemburu Alien China Resmi Beroperasi

Teleskop Spitzer diluncurkan pada 2003. Sebetulnya, misi awal teleskop ini hanya berlangsung selama lima tahun. Namun pada akhirnya, Spitzer berhasil beroperasi selama lebih dari 16,5 tahun.

Ketika pertama kali diluncurkan, Teleskop Spitzer memiliki instrumen infrared paling peka yang pernah dibuat. Teleskop ini membawa kita pada beragam penemuan di luar angkasa.

Spitzer adalah teleskop pertama yang menangkap cahaya dari exoplanet (planet di luar gugusan Tata Surya). Spitzer juga menemukan cincin baru di Planet Saturnus.

Teleskop ini juga menemukan empat dari tujuh planet di sistem TRAPPIST-1. Tak hanya itu, Spitzer juga menemukan karakteristik dari masing-masing planet.

Penjelajahannya membuat Spitzer bisa mengidentifikasi dan mempelajari galaksi terjauh dari Bima Sakti yang pernah ditemukan.

“Spitzer mengajarkan kita aspek-aspek baru dari luar angkasa, dan membawa kita beberapa langkah lebih maju untuk memahami cara kerja angkasa luas,” tutur ahli astrofisika Thomas Zurbuchen dari Science Mission Directorate NASA.

Meski begitu, tugas Spitzer belum selesai. Misinya akan dilanjutkan oleh James Webb Space Telescope yang rencananya diluncurkan pada 2021.

Spitzer tidak berada dalam orbit Bumi, melainkan orbit Bumi yang mengelilingi Matahari. Sekarang, ketika tombol shut down sudah diaktifkan, Spitzer akan mengarahkan antenanya langsung pada matahari.

Mulai saat ini, Spitzer akan menjauh dari orbit Bumi. Sekitar 53 tahun lagi, Spitzer akan melintas di dekat Bumi namun tetap menjauh dari orbit Matahari.

Perlahan, Spitzer akan menjauh dari Bumi dan Tata Surya. Ia akan masuk ke dalam kegelapan luar angkasa, ke dalam ketidakpastian yang ditemukannya sendiri.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rahasia Alam Semesta: Seberapa Besar Alam Semesta ini?

Rahasia Alam Semesta: Seberapa Besar Alam Semesta ini?

Oh Begitu
Sering Tidak Terdiagnosis, Kenali Penyakit Autoimun Sjogren's Syndrome

Sering Tidak Terdiagnosis, Kenali Penyakit Autoimun Sjogren's Syndrome

Oh Begitu
Seri Baru Jadi Ortu: Bayi Pilek, Bagaimana Cara Sedot Ingusnya?

Seri Baru Jadi Ortu: Bayi Pilek, Bagaimana Cara Sedot Ingusnya?

Oh Begitu
Diabetes Penyakit Turunan, Mungkinkah Bisa Dicegah?

Diabetes Penyakit Turunan, Mungkinkah Bisa Dicegah?

Oh Begitu
Penyakit Baru di China Menghantui di Tengah Pandemi Covid-19, Apa Itu Virus Tick Borne?

Penyakit Baru di China Menghantui di Tengah Pandemi Covid-19, Apa Itu Virus Tick Borne?

Fenomena
Studi Temukan, OTG Corona Sama Menularnya dengan yang Bergejala

Studi Temukan, OTG Corona Sama Menularnya dengan yang Bergejala

Oh Begitu
Obesitas di Amerika Serikat bisa Turunkan Efektivitas Vaksin Covid-19

Obesitas di Amerika Serikat bisa Turunkan Efektivitas Vaksin Covid-19

Fenomena
Unika Atma Jaya Jakarta Resmikan Laboratorium Covid-19 Aman Lingkungan

Unika Atma Jaya Jakarta Resmikan Laboratorium Covid-19 Aman Lingkungan

Oh Begitu
AI Bisa Jadi Alat Transformasi Sampah Menjadi Produks Bernilai Seni, Kok Bisa?

AI Bisa Jadi Alat Transformasi Sampah Menjadi Produks Bernilai Seni, Kok Bisa?

Oh Begitu
Waspada, Penderita Diabetes Pengidap Covid-19 Lebih Banyak Meninggal

Waspada, Penderita Diabetes Pengidap Covid-19 Lebih Banyak Meninggal

Oh Begitu
Penciptaan AI Juga Butuh Etika, Apa Maksudnya? Ini Penjelasan Ahli

Penciptaan AI Juga Butuh Etika, Apa Maksudnya? Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Mengapa Ahli Ingatkan Waspada Infeksi Covid-19 jika Punya Diabetes?

Mengapa Ahli Ingatkan Waspada Infeksi Covid-19 jika Punya Diabetes?

Oh Begitu
Misteri Tubuh Manusia: Kenapa Air Bikin Jari Tangan dan Kaki Keriput?

Misteri Tubuh Manusia: Kenapa Air Bikin Jari Tangan dan Kaki Keriput?

Kita
Studi: Flu Biasa Melatih Sistem Kekebalan Tubuh Mengenali Covid-19

Studi: Flu Biasa Melatih Sistem Kekebalan Tubuh Mengenali Covid-19

Oh Begitu
Ilmuwan Sebut Kotoran Burung Laut Bisa Bernilai Jutaan Dollar, Kok Bisa?

Ilmuwan Sebut Kotoran Burung Laut Bisa Bernilai Jutaan Dollar, Kok Bisa?

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X