Dampak Virus Corona, Wuhan Dijuluki Kota Zombi dan Diisolasi

Kompas.com - 28/01/2020, 12:04 WIB
Capture video dari Rio Alfi mahasiswa asal Riau, yang memperlihatkan sejumlah petugas melakukan pembersihan di Kota Wuhan, China, untuk mencegah penyebaran virus corona, Senin (27/1/2020). Dok. IstimewaCapture video dari Rio Alfi mahasiswa asal Riau, yang memperlihatkan sejumlah petugas melakukan pembersihan di Kota Wuhan, China, untuk mencegah penyebaran virus corona, Senin (27/1/2020).

Untuk Kota Wuhan sendiri, di sana terlalu banyak faktor risiko. Mengingat Wuhan sebagai tempat pertama virus corona 2019-nCoV diidentifikasi.

Kondisi seperti ini memungkinkan virus dengan cepat menginfeksi orang sehat.

Anung mengatakan, selain sistem kekebalan tubuh, ada beberapa faktor penyebab orang-orang mudah terinfeksi virus corona 2019-nCoV.

Sebagai contoh, seseorang berada di lingkungan dengan udara terpapar virus, melakukan kontak langsung dengan orang yang berada di wilayah terpapar dan terjangkit, kekurangan energi dan logistik, dan juga tidak enak badan karena tekanan mental.

Oleh sebab itu, Anung selalu menekankan untuk masyarakat untuk tidak stres dan cemas terkait potensi virus corona masuk ke Indonesia.

"Lebih baik untuk menjaga diri dan melakukan antisipasi diri dengan perbaiki gaya hidup sehat guna menjadikan daya tahan tubuh Anda lebih kuat terhadap infeksi virus apa pun, termasuk corona nantinya," kata Anung.

Dia pun menjelaskan, pasien yang diklaim sudah sembuh dari penyakit akibat virus corona dikarenakan pasien itu memiliki daya tahan tubuh yang baik untuk melawan organisme jahat jahat.

"Kita harus memahami mekanisme, sekaligus memahami apa sesungguhnya virus corona ini. Namanya juga virus, pada dasarnya infeksi virus itu adalah sesuatu yang bisa sembuh sendiri ketika daya tahan tubuh baik," tuturnya.

Baca juga: Bagaimana Cara Identifikasi Virus Corona Wuhan pada Pasien Suspek?

Sementara itu, 243 mahasiswa Indonesia yang saat ini berada di Wuhan dalam keadaan baik-baik saja.

Menurut Anung, itulah salah satu bukti bahwa meski kita berada di tempat terinfeksi tetapi jika daya tahan tubuh baik, maka kita dapat melawan virus tersebut.

"Kalau virus kan kita enggak bisa ngasih antibiotik. Pada dasarnya imunologi tubuhlah yang akan melawan virus ini. Meningkatkan imunitas tubuh itu dengan menjaga kondisi diri," tutupnya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X