Kompas.com - 27/01/2020, 13:03 WIB

KOMPAS.com – Virus corona (2019-nCoV) yang tengah mewabah belum pernah terdeteksi oleh manusia. World Health Organization (WHO) pun menyatakan virus ini sebagai pneumonia of unknown etiology di Wuhan, China.

Dokter Spesialis Paru RS Awal Bros Bekasi Timur, dr Annisa Sutera Insani, SpP menyebutkan bahwa virus corona ditransmisikan secara zoonotic atau antara hewan ke manusia.

Di Wuhan, sebagian besar pasien pneumonia of unknown etiology memiliki kesamaan pernah bepergian ke pasar hewan laut. Infeksi ini mungkin dapat terjadi karena faktor higienitas.

Annisa menyatakan bahwa gejala yang timbul dari virus tersebut adalah demam, lemas, batuk, dan sesak atau kesulitan bernapas. Beberapa kondisi ditemukan lebih berat.

Baca juga: Studi: Penyebaran Virus Corona Wuhan Jauh Sebelum Kasus Pertama Muncul

Orang dengan lanjut usia atau sedang memiliki penyakit penyerta lainnya memiliki risiko lebih tinggi untuk memperberat kondisi.

“Adapun dampak terburuk yang dapat terjadi adalah infeksi berat (sepsis), kondisi shock, gagal pernapasan, dan meninggal dunia,” tutur Annisa seperti dikutip dari rilis kepada Kompas.com, Senin (27/1/2020).

Oleh karena itu, lanjut Annisa, kita perlu mengetahui beberapa indikasi yang dapat menyatakan kita sebagai suspek (terduga) virus corona. Berikut beberapa di antaranya:

1. Pasien dengan gejala yang telah disebutkan sebelumnya namun dalam kondisi yang berat dan membutuhkan perawatan di rumah sakit dan tanpa etiologi (bakteri atau virus) yang jelas. Pasien minimal memenuhi satu dari kriteria sebagai berikut:
- Riwayat perjalanan ke Wuhan, China, selama 14 hari terakhir
- Pasien merupakan petugas kesehatan yang merawat pasien infeksi akut respirasi yang berat

2. Pasien dengan kondisi gejala yang disebutkan sebelumnya dan minimal memiliki satu kriteria sebagai berikut:
- Kontak erat dengan pasien probable case nCoV selama 14 hari terakhir
- Berkunjung ke pasar hewan hidup di Wuhan, China
- Pengunjung atau petugas kesehata di rumah sakit yang menangani kasus nCoV tersebut.

Baca juga: Jangan Salah, Begini Cara Pakai Masker untuk Cegah Virus Corona

Tindakan medis yang dapat dilakukan jika seseorang mengalami gejala-gejala terjangkit virus corona terbaru adalah dengan melakukan foto toraks.

Jika hasil foto toraks sesuai gambaran pneumonia dan ada kriteria suspek, maka sebaiknya dilakukan uji diagnostik yang dapat dilakukan melalui swab tenggorokan atau pemeriksaan dahak.

“Jadi, sebaiknya pasien yang memiliki gejala virus corona ini dirujuk ke rumah sakit rujukan. Jika tidak bisa dirujuk, segera kunjungi rumah sakit lainnya dan sebaiknya pasien harus dirawat di ruang isolasi dan lakukan foto toraks berkala, terapi simptomatik, terapi cairan, ventilator mekanik (bila terjadi gagal pernapasan). Dan jika gejala disertai infeksi bakteri, maka pasien dapat diberikan antibiotik,” papar Annisa.

Baca juga: Cegah Virus Corona, 19 Pintu Masuk Indonesia Diperketat, Ini Daftarnya

Ia mengatakan belum ada vaksin yang spesifik untuk virus nCoV atau virus corona jenis terbaru tersebut. Maka dari itu, hal yang bisa dilakukan adalah:

1. Melakukan kebersihan tangan rutin, terutama sebelum memegang mulut, hidung, dan mata serta setelah memegang instalasi publik.
2. Mencuci tangan dengan air dan sabun cair serta bilas setidaknya 20 detik. Cuci dengan air dan kerangkan dengan handuk atau kertas sekali pakai. Jika tidak ada fasilitas cuci tangan, gunakan alkohol 70-80 persen handrub.
3. Menutup mulut dan hidung dengan tisu ketika bersin atau batuk. Ketika memiliki gejala saluran pernapasan, gunakan masker dan segera berobat ke fasilitas layanan kesehatan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Minyak Terbaik untuk Kesehatan, Salah Satunya Minyak Zaitun

5 Minyak Terbaik untuk Kesehatan, Salah Satunya Minyak Zaitun

Oh Begitu
Ikan Pari Manta, Ikan Pari Terbesar di Dunia yang Terancam Punah

Ikan Pari Manta, Ikan Pari Terbesar di Dunia yang Terancam Punah

Oh Begitu
Studi Ungkap Sebelum Dikorbankan untuk Persembahan Dewa, Anak Suku Inca Diberi Obat Halusinasi

Studi Ungkap Sebelum Dikorbankan untuk Persembahan Dewa, Anak Suku Inca Diberi Obat Halusinasi

Oh Begitu
Perubahan Iklim Bikin Jam Tidur Terganggu, Kok Bisa?

Perubahan Iklim Bikin Jam Tidur Terganggu, Kok Bisa?

Fenomena
CDC Ungkap Bukti Infeksi Adenovirus Sebabkan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

CDC Ungkap Bukti Infeksi Adenovirus Sebabkan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

Oh Begitu
Mengidolakan Berlebih, Bisa Jadi Tanda Hubungan Parasosial

Mengidolakan Berlebih, Bisa Jadi Tanda Hubungan Parasosial

Kita
5 Penyakit Ginjal yang Paling Umum, Salah Satunya Batu Ginjal

5 Penyakit Ginjal yang Paling Umum, Salah Satunya Batu Ginjal

Kita
6 Cara Mencegah Kanker Usus seperti yang Diidap Achmad Yurianto Sebelum Meninggal Dunia

6 Cara Mencegah Kanker Usus seperti yang Diidap Achmad Yurianto Sebelum Meninggal Dunia

Kita
5 Kebiasaan Makan yang Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh

5 Kebiasaan Makan yang Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh

Kita
Daur Ulang Limbah Kayu Hasilkan Material Lebih Kuat dari Baja

Daur Ulang Limbah Kayu Hasilkan Material Lebih Kuat dari Baja

Oh Begitu
Gejala Virus Hendra pada Manusia dan Cara Mencegahnya

Gejala Virus Hendra pada Manusia dan Cara Mencegahnya

Kita
Dikenal Punya Sengatan Berbisa, Bagaimana Kalajengking Kawin?

Dikenal Punya Sengatan Berbisa, Bagaimana Kalajengking Kawin?

Oh Begitu
7 Gejala Cacar Monyet dan Perbedaannya dengan Gejala Cacar

7 Gejala Cacar Monyet dan Perbedaannya dengan Gejala Cacar

Oh Begitu
Ketahui Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Usus, Penyakit yang Diidap Achmad Yurianto Sebelum Meninggal

Ketahui Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Usus, Penyakit yang Diidap Achmad Yurianto Sebelum Meninggal

Kita
Perkuat Informasi Maritim di Perairan Indonesia, BMKG Lepaskan Drifter dan Floats di Selat Makassar

Perkuat Informasi Maritim di Perairan Indonesia, BMKG Lepaskan Drifter dan Floats di Selat Makassar

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.