Studi: Penyebaran Virus Corona Wuhan Jauh Sebelum Kasus Pertama Muncul

Kompas.com - 27/01/2020, 11:06 WIB
Para staf di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020), menggunakan pelindung khusus, untuk menghindari serangan virus corona yang mematikan. AFP/HECTOR RETAMALPara staf di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020), menggunakan pelindung khusus, untuk menghindari serangan virus corona yang mematikan.

KOMPAS.com - Para spesialis penyakit menular dan ahli epidemiologi tengah berjuang menahan meluasnya wabah virus corona Wuhan.

Salah satu cara yang mereka lakukan adalah menelusuri DNA virus yang dikenal sebagai 2019-nCoV itu.

Analisis genom virus sudah memberi petunjuk tentang asal usul wabah dan cara yang mungkin bisa dilakukan untuk mengobati infeksi.

Hingga detik ini, orang yang terinfeksi dan meninggal karena 2019-nCoV terus bertambah.

AFP melaporkan, hari ini (27/1/2020) China mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa di negeri tirai bambu itu bertambah menjadi 80. Artinya, dalam satu hari ada 24 kematian baru.

Sementara total kasus yang dikonfirmasi naik tajam menjadi 2.744.

Baca juga: Jangan Salah, Begini Cara Pakai Masker untuk Cegah Virus Corona

Dilansir Stat News, Jumat (24/1/2020), membaca DNA penting untuk membantu para peneliti memantau bagaimana 2019-nCoV berubah. Hal ini juga membantu ahli untuk mengembangkan tes diagnostik juga vaksin.

"Genetika dapat menginformasikan dengan tepat kapan sebenarnya kasus pertama terjadi dan apakah penyebaran sebenarnya terjadi lebih awal dari yang diketahui sebelumnya," kata ahli biologi molekuler Kristian Andersen dari Scripps Research.

"Ini juga dapat memberi tahu bagaimana wabah bermula. Apakah virus awalnya dimiliki hewan kemudian menginfeksi manusia, atau memang sudah banyak hewan yang awalnya terinfeksi. Setidaknya, genetika memberi tahu kita bagaimana penularan wabah dari hewan ke manusia, dan antar-manusia," imbuh dia.

Para Ilmuwan China berhasil mengurutkan genom virus pada 10 Januari 2020. Ini hanya sebulan setelah laporan kasus pneumonia pertama misterius di Wuhan, yakni 8 Desember 2019.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP,STAT News
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X