Apakah Anda Suspek Virus Corona? Ini Indikasinya

Kompas.com - 27/01/2020, 13:03 WIB
Penumpang mengenakan masker tiba di Bandara Sydney, Australia, setelah mendarat dengan pesawat dari Kota Wuhan, China, Kamis (23/1/2020). Hingga saat ini, sudah 12 negara di berbagai belahan Bumi yang positif mengumumkan terdampak virus corona yang dilaporkan sudah menjangkiti 1.300 orang dan membunuh 41 orang di China. AFP/PETER PARKSPenumpang mengenakan masker tiba di Bandara Sydney, Australia, setelah mendarat dengan pesawat dari Kota Wuhan, China, Kamis (23/1/2020). Hingga saat ini, sudah 12 negara di berbagai belahan Bumi yang positif mengumumkan terdampak virus corona yang dilaporkan sudah menjangkiti 1.300 orang dan membunuh 41 orang di China.

KOMPAS.com – Virus corona (2019-nCoV) yang tengah mewabah belum pernah terdeteksi oleh manusia. World Health Organization (WHO) pun menyatakan virus ini sebagai pneumonia of unknown etiology di Wuhan, China.

Dokter Spesialis Paru RS Awal Bros Bekasi Timur, dr Annisa Sutera Insani, SpP menyebutkan bahwa virus corona ditransmisikan secara zoonotic atau antara hewan ke manusia.

Di Wuhan, sebagian besar pasien pneumonia of unknown etiology memiliki kesamaan pernah bepergian ke pasar hewan laut. Infeksi ini mungkin dapat terjadi karena faktor higienitas.

Annisa menyatakan bahwa gejala yang timbul dari virus tersebut adalah demam, lemas, batuk, dan sesak atau kesulitan bernapas. Beberapa kondisi ditemukan lebih berat.

Baca juga: Studi: Penyebaran Virus Corona Wuhan Jauh Sebelum Kasus Pertama Muncul

Orang dengan lanjut usia atau sedang memiliki penyakit penyerta lainnya memiliki risiko lebih tinggi untuk memperberat kondisi.

“Adapun dampak terburuk yang dapat terjadi adalah infeksi berat (sepsis), kondisi shock, gagal pernapasan, dan meninggal dunia,” tutur Annisa seperti dikutip dari rilis kepada Kompas.com, Senin (27/1/2020).

Oleh karena itu, lanjut Annisa, kita perlu mengetahui beberapa indikasi yang dapat menyatakan kita sebagai suspek (terduga) virus corona. Berikut beberapa di antaranya:

1. Pasien dengan gejala yang telah disebutkan sebelumnya namun dalam kondisi yang berat dan membutuhkan perawatan di rumah sakit dan tanpa etiologi (bakteri atau virus) yang jelas. Pasien minimal memenuhi satu dari kriteria sebagai berikut:
- Riwayat perjalanan ke Wuhan, China, selama 14 hari terakhir
- Pasien merupakan petugas kesehatan yang merawat pasien infeksi akut respirasi yang berat

2. Pasien dengan kondisi gejala yang disebutkan sebelumnya dan minimal memiliki satu kriteria sebagai berikut:
- Kontak erat dengan pasien probable case nCoV selama 14 hari terakhir
- Berkunjung ke pasar hewan hidup di Wuhan, China
- Pengunjung atau petugas kesehata di rumah sakit yang menangani kasus nCoV tersebut.

Baca juga: Jangan Salah, Begini Cara Pakai Masker untuk Cegah Virus Corona

Tindakan medis yang dapat dilakukan jika seseorang mengalami gejala-gejala terjangkit virus corona terbaru adalah dengan melakukan foto toraks.

Jika hasil foto toraks sesuai gambaran pneumonia dan ada kriteria suspek, maka sebaiknya dilakukan uji diagnostik yang dapat dilakukan melalui swab tenggorokan atau pemeriksaan dahak.

“Jadi, sebaiknya pasien yang memiliki gejala virus corona ini dirujuk ke rumah sakit rujukan. Jika tidak bisa dirujuk, segera kunjungi rumah sakit lainnya dan sebaiknya pasien harus dirawat di ruang isolasi dan lakukan foto toraks berkala, terapi simptomatik, terapi cairan, ventilator mekanik (bila terjadi gagal pernapasan). Dan jika gejala disertai infeksi bakteri, maka pasien dapat diberikan antibiotik,” papar Annisa.

Baca juga: Cegah Virus Corona, 19 Pintu Masuk Indonesia Diperketat, Ini Daftarnya

Ia mengatakan belum ada vaksin yang spesifik untuk virus nCoV atau virus corona jenis terbaru tersebut. Maka dari itu, hal yang bisa dilakukan adalah:

1. Melakukan kebersihan tangan rutin, terutama sebelum memegang mulut, hidung, dan mata serta setelah memegang instalasi publik.
2. Mencuci tangan dengan air dan sabun cair serta bilas setidaknya 20 detik. Cuci dengan air dan kerangkan dengan handuk atau kertas sekali pakai. Jika tidak ada fasilitas cuci tangan, gunakan alkohol 70-80 persen handrub.
3. Menutup mulut dan hidung dengan tisu ketika bersin atau batuk. Ketika memiliki gejala saluran pernapasan, gunakan masker dan segera berobat ke fasilitas layanan kesehatan.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Jabodetabek, Ini Daftar Wilayahnya

Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Jabodetabek, Ini Daftar Wilayahnya

Oh Begitu
Mengapa Hujan Seharian Bisa Menyebabkan Bencana Banjir?

Mengapa Hujan Seharian Bisa Menyebabkan Bencana Banjir?

Fenomena
Tidur Tengkurap Membuat Pasien Covid-19 Terhindar dari Ventilator, Kok Bisa?

Tidur Tengkurap Membuat Pasien Covid-19 Terhindar dari Ventilator, Kok Bisa?

Oh Begitu
Gempa Hari Ini: M 5, 1 Guncang Pandeglang Terasa hingga Malingping

Gempa Hari Ini: M 5, 1 Guncang Pandeglang Terasa hingga Malingping

Fenomena
Terlalu Banyak Makan Makanan Manis Bisa Melemahkan Sistem Kekebalan, Kok Bisa?

Terlalu Banyak Makan Makanan Manis Bisa Melemahkan Sistem Kekebalan, Kok Bisa?

Oh Begitu
Ahli Sebut 140.000 Virus Baru Ditemukan di Usus Manusia

Ahli Sebut 140.000 Virus Baru Ditemukan di Usus Manusia

Oh Begitu
Kamasutra Satwa: Hewan Bonobo Lakukan Hubungan Sesama Jenis

Kamasutra Satwa: Hewan Bonobo Lakukan Hubungan Sesama Jenis

Oh Begitu
3 Misteri Alam Semesta Berpotensi dapat Nobel Prize, Jika Terpecahkan

3 Misteri Alam Semesta Berpotensi dapat Nobel Prize, Jika Terpecahkan

Fenomena
Di Bawah Sinar UV, Bulu Hewan Ini Menyala Seperti Lampu Disko

Di Bawah Sinar UV, Bulu Hewan Ini Menyala Seperti Lampu Disko

Oh Begitu
Viral Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Peneliti Sebut karena Kelainan Genetis

Viral Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Peneliti Sebut karena Kelainan Genetis

Oh Begitu
Siapa yang Boleh Donor Terapi Plasma Konvalesen? Ini Syarat Lengkapnya

Siapa yang Boleh Donor Terapi Plasma Konvalesen? Ini Syarat Lengkapnya

Kita
Sekali Suntik, Vaksin Johnson & Johnson Efektif Kurangi Risiko Covid-19

Sekali Suntik, Vaksin Johnson & Johnson Efektif Kurangi Risiko Covid-19

Fenomena
Jangan Minum Obat Pereda Nyeri Sebelum Divaksin Covid-19, Begini Penjelasan Ahli

Jangan Minum Obat Pereda Nyeri Sebelum Divaksin Covid-19, Begini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Tingkat Imun Bisa Prediksikan Risiko Infeksi Covid-19 Gejala Berat

Tingkat Imun Bisa Prediksikan Risiko Infeksi Covid-19 Gejala Berat

Oh Begitu
Penemuan Kebetulan Microwave, Alat Masak Canggih di Akhir Perang Dunia

Penemuan Kebetulan Microwave, Alat Masak Canggih di Akhir Perang Dunia

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X