Kompas.com - 27/01/2020, 12:09 WIB
Seorang perempuan warga kota Wuhan, China, mengenakan masker untuk menghindari terinfeksi virus corona yang mematikan saat berbelanja di sebuah pasar di kota Wuhan, Minggu (26/2/2020). AFP/HECTOR RETAMALSeorang perempuan warga kota Wuhan, China, mengenakan masker untuk menghindari terinfeksi virus corona yang mematikan saat berbelanja di sebuah pasar di kota Wuhan, Minggu (26/2/2020).

KOMPAS.com - Virus yang telah menyebabkan puluhan kematian dan ratusan jatuh sakit di seluruh dunia, bermula dari sebuah pasar di Wuhan, China.

Pasar itu menjual berbagai jenis hewan, termasuk hewan liar, menurut pihak berwenang China.

Sebuah studi mengisyaratkan seekor ular mungkin telah membawa virus tersebut ke pasar itu.

Tapi para pakar lain meragukannya.

Temuan terbaru mengungkap, genom virus corona 2019-nCoV, 96 persen identik dengan kelelawar.

Baca juga: Jangan Salah, Begini Cara Pakai Masker untuk Cegah Virus Corona

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, dalam jurnal yang terbit di New England Journal of Medicine pada Jumat (24/1/2020) menyebut bahwa virus corona Wuhan 86,9 persen identik dengan virus corona SARS yang juga disebabkan oleh kelelawar.

Dalam menu yang beredar di media sosial China, tampak bahwa pasar hewan Wuhan yang diyakini sebagai tempat penyebaran virus pertama kali, menjual berbagai macam jenis hewan.

Mulai dari ular, landak, burung merak, kucing luwak, kalajengking, kelabang, dan hewan-hewan lain dijual di pasar itu.

Ini bukan pertama kalinya pasar-pasar hewan membawa penyakit baru, dan para pakar mengatakan mungkin juga bukan terakhir kalinya.

Sindrom pernapasan akut atau SARS juga muncul dari sebuah pasar serupa di China pada 2002. Penyakit itu merenggut nyawa hampir 800 orang.

Flu burung juga tersebar dari pasar-pasar hewan pada akhir 19900an dan awal 2000-an. Virus H5N1 itu telah menewaskan 455 orang sejak 2003.

Baca juga: Cegah Virus Corona, 19 Pintu Masuk Indonesia Diperketat, Ini Daftarnya

Tanpa sanitasi dan penanganan hewan yang tepat, para pejabat kesehatan mengatakan, pasar-pasar itu bisa melahirkan berbagai macam penyakit.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.