Kompas.com - 26/01/2020, 08:25 WIB
Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Tanjungpinang menyiagakan petugas dan empat thermal scanner mencegah virus Corona masuk ke Tanjungpinang dan Bintan. KOMPAS.COM/HADI MAULANAKantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Tanjungpinang menyiagakan petugas dan empat thermal scanner mencegah virus Corona masuk ke Tanjungpinang dan Bintan.

KOMPAS.COM - Wabah virus corona yang sedang marak di China membuat Direktur Jenderal WHO di bawah Peraturan Kesehatan Internasional (IHR) mengadakan pertemuan Komite Darurat pada tanggal 22-23 Januari 2020.

Selama pertemuan, Komite Darurat berdiskusi kepada Direktur Jenderal, yang membuat keputusan akhir tentang penentuan Darurat Kesehatan Masyarakat dari Kepedulian Internasional (PHEIC) dan memberikan saran kepada WHO, masyarakat China maupun luar negeri, dan komunitas global.

Komite Darurat mendukung upaya yang sedang berlangsung melalui misi multidisiplin internasional WHO, termasuk para pakar nasional.

Misi tersebut akan meninjau dan mendukung upaya untuk menyelidiki sumber hewan dari wabah, tingkat penularan dari manusia ke manusia, upaya penyaringan di provinsi-provinsi lain di China, peningkatan pengawasan untuk infeksi saluran pernapasan akut yang parah di wilayah ini, dan untuk memperkuat tindakan penahanan dan mitigasi.

Baca juga: Masker Bedah, Bisakah Dipakai untuk Cegah Penularan Virus Corona?

Selain itu, WHO harus terus memberikan semua dukungan teknis dan operasional yang diperlukan untuk menanggapi wabah ini, termasuk untuk jaringan mitra yang luas dan lembaga-lembaga yang berkolaborasi, untuk menerapkan strategi komunikasi risiko yang komprehensif, dan untuk kemajuan penelitian dan pengembangan ilmiah yang berkaitan dengan coronavirus novel.

WHO juga harus mempertimbangkan sistem, yang akan memungkinkan tingkat siaga menengah dalam menghadapi situasi epidemiologis yang berkembang dan sifat biner yang membatasi menyatakan PHEIC atau tidak.

Sistem tersebut akan lebih mencerminkan tingkat keparahan wabah, dampaknya, tindakan yang diperlukan, dan akan memfasilitasi peningkatan koordinasi internasional, termasuk upaya penelitian untuk mengembangkan tindakan pencegahan medis.

Untuk rakyat China, Komite Darurat meminta pemerintah untuk memberikan lebih banyak informasi tentang manajemen risiko, termasuk sistem manajemen krisis di tingkat nasional, provinsi, dan kota, dan langkah-langkah domestik lainnya.

Selain itu, tindakan terhadap kesehatan masyarakat China harus ditingkatkan, khususnya selama perayaan Tahun Baru Imlek.

Data lengkap WHO tentang semua kasus juga harus dibagikan kepada masyarakat, termasuk urutan genom, dan perincian infeksi atau kelompok petugas kesehatan.

Kasus wabah ini juga diperkirakan dapat menyebar ke negara lain.

Oleh karena itu, Komite Darurat menyarankan agar semua negara harus siap menghadapi penahanan, termasuk pengawasan aktif, deteksi dini, isolasi dan manajemen kasus, pelacakan kontak dan pencegahan penyebaran infeksi 2019-nCoV, dan untuk berbagi data lengkap dengan WHO.

Baca juga: Masyarakat Tak Perlu Resah, Virus Corona Tak Ada di Indonesia

Negara-negara harus menempatkan penekanan khusus pada pengurangan infeksi manusia, pencegahan penularan sekunder dan penyebaran internasional dan berkontribusi pada tanggapan internasional melalui komunikasi dan kolaborasi multi-sektoral dan partisipasi aktif dalam meningkatkan pengetahuan tentang virus dan penyakit, serta memajukan penelitian.

Negara-negara juga harus mengikuti saran perjalanan dari WHO.

Terakhir, Komite Darurat menyarankan Kepada komunitas global agar terus menunjukkan solidaritas dan kerja sama, sesuai dengan Pasal 44 IHR (2005), yaitu saling mendukung satu sama lain dalam pengidentifikasian sumber virus baru ini, mengingat coronavirus serupa memerlukan upaya substansial untuk berbagi informasi dan penelitian regular.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.