Masker Bedah, Bisakah Dipakai untuk Cegah Penularan Virus Corona?

Kompas.com - 25/01/2020, 18:33 WIB
Raphael Hidalgo dan temannya mengenakan masker operasi sebagai langkah pencegahan akan merebaknya virus corona di China, ketika mereka tengah menunggu rekan yang mendarat dari penerbangan di Miami di Bandara Internasional Benito Juarez, Meksiko, pada 24 Januari 2020. REUTERS/CARLOS JASSORaphael Hidalgo dan temannya mengenakan masker operasi sebagai langkah pencegahan akan merebaknya virus corona di China, ketika mereka tengah menunggu rekan yang mendarat dari penerbangan di Miami di Bandara Internasional Benito Juarez, Meksiko, pada 24 Januari 2020.


KOMPAS.com - Masker bedah sangat umum digunakan untuk melindungi diri dari polusi udara. Namun, efektifkah saat dikenakan untuk melindungi dari paparan virus corona?

Melansir BBC Indonesia, Sabtu (25/1/2020), penggunaan masker- masker bedah untuk mencegah penularan suatu penyakit sangat populer di banyak negara di dunia, terutama di China.

Sejak wabah virus corona menjadi perhatian dunia, masker bedah atau masker anti polusi ini banyak digunakan masyarakat untuk melindungi diri dari paparan virus.

Para pakar virologi skeptis tentang efektivitas masker-masker bedah tersebut terhadap berbagai virus yang ada di udara.

Baca juga: 5 Cara Cegah Penyebaran Virus Corona atau Pneumonia Wuhan ala Kemenkes

Namun, ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa masker-masker ini dapat membantu mencegah penularan dari tangan ke mulut.

Masker-masker bedah ini untuk kali pertamanya diperkenalkan ke berbagai rumah sakit pada akhir abad ke 18, namun tidak langsung diperkenalkan ke publik.

Sampai akhirnya masker bedah ini diperkenalkan setelah wabah flu melanda Spanyol pada 1919 merebak dan menewaskan lebih dari 50 juta orang.

"Masker-masker bedah yang biasa digunakan masyarakat bukan perlindungan yang efektif terhadap virus atau bakteri yang dibawa di udara," ujar Dr David Carrington dari St George's, Universitas London mengatakan kepada BBC News.

Baca juga: Virus Corona Menyebar dari Udara, Kenapa Kita Perlu Cuci Tangan?

Menurut Carrington, masker tersebut terlalu longgar dan tidak memiliki saringan udara dan tidak melindungi bagian mata.

Namun, masker-masker bedah tersebut dapat membantu menurunkan risiko tertular virus lewat percikan dari bersin atau batuk, serta memberikan perlindungan terhadap penularan penyakit dari tangan ke mulut.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X